Jumat, 10 Oktober 2025
Jumat, 18 Juli 2025
Minggu, 06 Juli 2025
RENUNGAN
MENGENAL INJIL MARKUS
Pendahuluan
- Injil
Markus adalah Injil terpendek dan paling padat dari keempat Injil.
- Ditulis
oleh Yohanes Markus, seorang rekan Paulus dan Petrus.
- Fokus
utama: Yesus sebagai Hamba yang taat dan Anak Allah yang penuh kuasa.
- Ditekankan
lebih pada perbuatan Yesus daripada pengajaran panjang.
Struktur Ringkas Injil Markus
1. Persiapan Pelayanan Yesus (Markus 1:1–13)
- Yohanes
Pembaptis sebagai pembuka jalan.
- Baptisan
Yesus dan pencobaan di padang gurun.
2. Pelayanan di Galilea (Markus 1:14 – 8:26)
- Yesus
mengajar dengan kuasa dan melakukan banyak mujizat.
- Penyembuhan
orang sakit, pengusiran roh jahat.
- Pemanggilan
murid-murid-Nya.
- Penolakan
dari orang Farisi dan ahli Taurat.
3. Perjalanan ke Yerusalem (Markus 8:27 – 10:52)
- Pengakuan
Petrus: “Engkau adalah Mesias” (Markus 8:29).
- Yesus
memberitahukan penderitaan dan kematian-Nya.
- Pengajaran
tentang pengorbanan, pelayanan, dan salib.
4. Minggu Terakhir Yesus di Yerusalem (Markus 11 – 13)
- Masuk
Yerusalem dengan sorak sorai.
- Pengusiran
pedagang dari Bait Allah.
- Pengajaran
terakhir dan nubuat kehancuran Bait Allah.
5. Penderitaan, Penyaliban, dan Kebangkitan (Markus 14 –
16)
- Perjamuan
malam terakhir.
- Doa
di Getsemani, penangkapan, pengadilan.
- Penyaliban
di Golgota.
- Kebangkitan
pada hari ketiga.
Poin-poin Khotbah Utama
1. Yesus adalah Hamba yang Taat dan Rendah Hati
- Markus
menggambarkan Yesus sebagai hamba yang melayani, bukan raja duniawi.
- Ia
memberi contoh melayani tanpa pamrih.
2. Kuasa Allah Terlihat dalam Tindakan-Nya
- Banyak
mujizat: menyembuhkan, memberi makan ribuan orang, mengusir setan.
- Tapi
fokus Yesus bukan hanya mujizat, melainkan menyelamatkan jiwa.
3. Salib adalah Jalan Keselamatan
- Markus
menekankan penderitaan Yesus sebagai pusat Injil.
- Yesus
rela mati sebagai tebusan bagi dosa kita.
4. Tanggapan Kita: Mengikut Yesus dengan Penyangkalan
Diri
Markus 8:34 – “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus
menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”
Penutup: Apa Respons Kita?
- Apakah
kita siap menjadi hamba seperti Kristus?
- Apakah
kita mengakui Yesus sebagai Juruselamat dan Raja?
- Mari
kita percaya kepada-Nya, ikut teladan-Nya, dan wartakan Injil-Nya.
Ilustrasi Singkat (Opsional)
Seorang raja turun dari tahtanya untuk membersihkan kaki
rakyatnya – itulah yang Yesus lakukan. Sang Raja menjadi hamba agar kita bisa
menjadi anak-anak Allah.
Kamis, 26 Juni 2025
MEMBERI DALAM KEKURANGAN
Hidup tidak pernah lepas dari
ujian hidup, baru saja selasai melewati masa-masa sukar dalam ujian kehidupan
muncul lagi ujian yang baru dan ujian sendiri datang tanpa diminta bahkan tidak
memandang latar belakang seseoarng. Dalam 2 Raja-raja 4:1 ada seoarang Wanita yangtakut
akan Tuhan Ia telah kehilangan suaminya yang
adalah seorang nabi, ini ujian baginya
baru saja kehilangan suami ditambah lagi
dengan warisan hutang dari suaminya.
2 Raja-raja 4:1 Salah seorang dari isteri-isteri
para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru:
"Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut
akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk
mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
Wanita yang takut akan Tuhan ini, seorang janda miskin
yang diberi beban hutang, selain beban hutang anaknya dijadikan sebagai budak
ini hal yang tidak mudah bagi seorang janda yang selama hidupnya bergantung
kepada suaminya. Di dalam pergumulan yang berat ia memilih memberi di dalam
kekurangan.
Lantas apa yang dilakukan Wanita ini dalam hal memberi di
dalam kekurangan ?
1.
Memberi diri buat Tuhan
2
Raja-raja 4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan
halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan
engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang
sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang
dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di
rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu
apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. "
4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah,
mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana
kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah
engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana.
Mana yang penuh, angkatlah!"
4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya;
ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya
mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh,
berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah
bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi
bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
4:7 Kemudian pergilah perempuan itu
memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata:
"Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari
lebihnya, engkau serta anak-anakmu."
Sabtu, 11 Mei 2024
RENUNGAN
Galatia 5:16-23 (TB)
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.
Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
Penjelasan perbuatan daging dan perbuatan roh
Dosa melawan perintah ketujuh, seperti percabulan, kecemaran, hawa nafsu, yang artinya bukan hanya tindakan kotor melainkan segala macam pikiran, perkataan, dan perbuatan yang cenderung mengarah kepada pelanggaran besar.
Penyembahan berhala," Ini menunjuk pada ibadah kepada apa pun yang menggantikan Allah.
Sihir" dalam istilah Yunani pharmakia dari kata ini muncul kata"farmasi" berarti sihir menunjuk pada praktek penggunaan obat untuk menginduksi suatu pengalaman religius. Ini kemudian digunakan untuk praktek magis jenis apapun.
Perseteruan," Kata ini (echthra) menggambarkan kondisi yang bersifat memusuhi orang.
Perselisihan" Ini berarti "berjuang untuk hadiah."
Iri i hati" Kata ini (zēlos) bisa memiliki konotasi positif atau negatif, tetapi dalam konteks ini berarti "mementingkan diri sendiri."
Amarah" Istilah Yunani ini (thumos) berarti "ledakan amarah secara tiba-tiba dan tak terkendali."
Kepentingan diri sendiri" Ini menyiratkan konflik yang didasarkan pada pencarian keuntungan diri sendiri atau ambisi yang tidak mengenal batas.
Percideraan, roh pemecah" Kedua istilah ini adalah bersama-sama. Keduanya bersifat memecahbelah di dalam suatu kelompok .
Kedengkian" sama dengan "iri hati yang artinya adalah berduka atas kemakmuran orang lain."
Kemabukan, pesta pora" Kedua kata ini menggambarkan pesta pora dan mabuk yang berhubungan dengan penyembahan kafir.
Kasih" Bentuk Yunani untuk kasih ini, yaitu kasih agapē, digunakan dalam suatu cara yang unik oleh Gereja awal untuk kasih Allah yang memberi diri.
Sukacita adalah sikap hidup yang bergembira dalam keberadaan kita di dalam Kristus dan tidak terlepas dari keadaan.
Damai sejahtera" Berarti Perdamaian yang terjadi karena ,
1. hubungan kita dengan Kristus,
2. pandangan kita yang berdasarkan atas wahyu Allah dan yang tidak bergantung pada keadaan,
3. ketenangan dalam hubungan kita dengan orang lain, terutama orang percaya.
Kesabaran adalah bersikap pantas terhadap orang lain bahkan dalam menghadapi berbagai provokasi. Ini adalah suatu karakteristik dari Allah Bapa . Sebagaimana Allah telah bersabar dengan kita, kita harus bersabar dengan orang lain, khususnya bagi orang percaya.
Kemurahan, kebaikan" kedua istilah ini menggambarkan sikap positif, terbuka dan menerima keberadaan orang lain, terutama orang-orang percaya .
Kesetiaan" Pistis digunakan dalam pengertian Perjanjian Lamanya yaitu kesetiaan dan kepercayaan. Ini biasanya digunakan untuk Allah. Di sini ini menjelaskan hubungan baru orang percaya dengan orang lain, terutama orang-orang percaya.
Kelemah lembutan" Kadang-kadang diterjemahkan sebagai "kelembuthatian," praotes dicirikan oleh roh berserah. Ini adalah sebuah metafora yang diambil dari hewan peliharaan. Kelemah lembutan tidak termasuk dalam daftar kebajikan Yunani atau Stoa, karena orang Yunani melihatnya sebagai kelemahan.
Penguasaan diri" Batu penutup dari daftar ini, pengendalian diri, mencirikan kedewasaan Kristus . Istilah ini digunakan untuk pengendalian dorongan seksual kita dan yang mungkin disinggung di sini karena daftar pelanggaran seksual dari ibadah kafir.
Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu" Ada sebuah hukum batin yang baru dalam kehidupan orang percaya yang menunjukkan kehadirannya dengan hidup kudus.



