WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Sabtu, 29 Februari 2020

RENUNGAN


Keluaran 19:6 
Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."


Sebagai bagian dari maksud Allah bagi Israel ketika mengeluarkan mereka dari Mesir, mereka harus menjadi "kerajaan imam" (yaitu, dipisahkan dan dikhususkan untuk melayani Allah) dan suatu "bangsa yang kudus." Demikian pula, orang percaya di bawah perjanjian yang baru harus menjadi kerajaan imam (1 Pet 2:5-9 ) dan bangsa yang kudus, yaitu bangsa yang terpisah dari cara-cara fasik dunia ini sambil berjalan di jalan kebenaran dan kehendak kudus Allah.

Kekudusan merupakan standar Iman Kristen yang mutlak untuk dikerjakan,  dan sangat mustahil dikerjakan oleh manusia yang telah ada dalam benih dosa, walau sulit untuk dikerjakan hal tersebut  wajib untuk dikerjakan,  jadi Kekristenan bukanlah hal murahan, sebab Kekristenan tidak hanya berbicara tentang  keselamatan yang datang dari kematian Kristus, tapi Kekristenan juga berbicara tentang kekudusan hidup. Siapapun yang tidak Kudus dapat menerima konsekuensi yang tidak menyenangkan, itu sebabnya Alkitab mengajarkan kita untuk terus menjaga keselamatan.


Apakah kematian Kristus menjadi sia-sia, disebabkan oleh  keselamatan yang  hilang akibat ketidakkudusan ? Kematian Kristus tidak pernah sia-sia sebab lewat kematian Kristus banyak orang datang kepada Kristus ( Yohanes 12:32-33, dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.)


Ketika orang datang kepada Kristus dengan hati yang sungguh-sungguh mengasihi Kristus maka Kekudusan Kristus menjadi bagian dari mereka, sebab ketika Kristus diandalkan maka Kristus yang memerdekakan sehingga hal yang tidak mungkin menjadi mungkin ( 1 Yohanes 3:6, Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia ).






PHOTO KITA


MOMEN KETIKA SELESAI IBADAH

ROTI PERJAMUAN


PHOTO KITA


MOMEN SEBELUM IBADAH




















Jumat, 28 Februari 2020

PERSEMBAHAN PUJIAN



SUMBER : CHANEL YOUTUBE ALMONDKESAULYATV

RENUNGAN


YOHANES 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.

Ada pendapat yang mengatakan  bahwa Tuhan di dalam perjanjian lama adalah Tuhan  yang kejam yang berfungsi sebagai Bapa yang memberi hukuman bagi setiap anak yang berbuat kesalahan, sedangkan Tuhan di dalam perjanjian baru adalah Tuhan maha pengasih, sebab Ia sebagai Anak yang membawa diri-Nya  menjadi sahabat untuk manusia. Alkitab mengatakan Bahwa Bapa dengan Anak adalah satu, sehingga keberadaan Allah dengan Yesus sama, Pribadi yang sama tidak akan memiliiki sifat atau karakter yang berbeda, ataukah Allah memiliki dua kepribadian ? ada saatnya kejam dan ada saatnya mengasihi ?

Allah memiliki kepribadaian yang melekat dengan kasih tapi kenapa ketika di dalam perjanjian lama ketika manusia berbuat dosa, manusia secepatnya dihukum dengan adanya kematian, tapi ketika di dalam perjanjian baru, manusia berbuat dosa, Allah tidak segera menjatuhkan hukuman atas manusia, akan tetapi Allah terus memberi kesempatan untuk manusia bisa bertobat. Jawabannya tentunya berbeda musim, ketika Allah bekerja di zaman Taurat hukum di tegakan,sehingga apapun yang ditabur secepatnya di tuai.

Kalau kita memperhatikan kehidupan Adam dan Hawa ketika mereka jatuh dalam dosa,  Allah tidak lagi mempercayai mereka sehingga Allah mengirim Malaikat-Nya untuk menjaga Pohon kehidupan karena jangan sampai Adam dan Hawa memakannya sehingga mereka tidak bisa mengalami kematian, bahkan Allah mengusir Adam dan Hawa dari taman eden, tetapi mereka masih tetap hidup. Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia berbuat dosa karena benih dosa ditularkan oleh Adam dan Hawa kepada semua manusia, walau demikian Allah tidak segera membunuh semua manusia, sebab ada kemungkinan manusia bisa bertobat.

Ketika manusia diberi kelonggaran manusia semakin nyaman dan terus berbuat dosa, sehingga menyesalah Allah karena telah menjadikan manusia, itu sebabnya Allah menghukum manusia dengan air bah pada zaman Nuh, dan hanya Nuh satu-satunya pribadi yang menyenangkan hati Allah, sehingga Nuh dan seisi keluarganya diselamatkan, dan Allah berjanji tidak akan lagi menghukum manusia dengan turunya air bah, sehingga Allah memberi tanda busur di atas langit, sehingga ketika Allah melihat busur-Nya Allah mengingat janji-Nya kepada manusia, busur Allah,  saat ini kita kenal dengan sebutan Pelangi.

Setelah Zaman Nuh, manusia kembali berbuat dosa, dan Allah membangkitkan salah seorang Nabi yaitu Musa, dan dibuatlah Allah kesepuluh perintah di atas dua loh batu, dan  zaman tersebut dikenal sebagai zaman Taurat, apabila salah satu hukum Taurat dilanggar, maka akan dijatuhkannya hukuman atas manusia. Sesungguhnya Allah pada dasarnya baik, yang membuat Allah murka atas manusia adalah perilaku manusia yang tidak mau bertobat.

Dilihat oleh Allah bahwa segala cara telah dilakukan agar manusia bertobat namun tidak membuat manusia bertobat, akhirnya Allah mengambil inisiatif, turun ke dalam kehidupan manusia sebagai manusia, dan yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. Keberadaan Yesus sendiri sudah bersama-sama dengan Allah sebelum dunia dijadikan, dan Allah sebagai manusia disebut sebagai Anak-Nya Allah. 

Tidak ada seorangpun yang mencari Allah akan tetapi Allah lah yang mengambil inisiatif untuk menjumpai manusia lewat pengorbanan Yesus manusia diselamatkan. Sehingga setiap orang yang mengambil respon yang baik untuk mempercayai Yesus, bukan sekedar percaya dengan kata-kata akan tetapi pecaya dengan perbuatan yaitu menaruh hidup sepenuhnya kepada Kristus, tanda manusia menaruh hidup sepenuhnya kepada Kristus adalah ketika manusia mengandalkan Kristus di dalam kehidupan, ketika kita mengandalkan Kristus dengan tidak berhenti berdoa maka kekuatan Allah mengalir di dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat terputus dari dosa ( Hidup Kudus ), sehinga jaminan keselamatan menjadi bagian hidup kita, dan saatnya nanti kita hidup kekal di Surga


Rabu, 26 Februari 2020

RENUNGAN



( Keluaran 4:10 )
Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."

  Musa adalah anak angkat dari seorang Putri Firaun, berarti Musa adalah salah seorang diantara orang-orang terkemuka  di mesir, yang secara otomatis dilengkapi dengan pendidikan yang baik, berarti Musa bukan orang yang tergolong bodoh namun ketika Musa dipilih oleh Tuhan, ia mengelak panggilan Tuhan dengan mengatakan tidak fasih berbicara, sebenarnya apa yang terjadi dengan diri Musa yang menyebabkan demikian, apakah Musa tidak siap dipakai oleh Tuhan ? ataukah mungkin juga karena Musa tidak percaya diri ketika berhadapan dengan orang banyak ? Kemungkinan Musa selama tinggal di mesir, ia menjadi anak yang sangat dimanjakan oleh Putri Firaun Ibu angkatnya, sehingga tidaklah terbiasa berbicara di depan banyak orang, ia pun tidak memiliki pengalaman dalam memimpin suatu kelompok.
  Terkadang kita mengalami hal yang sama dengan Musa ketika disuruh pimpin doa, kita mengatakan tidak bisa, padahal kalau berbicara sangatlah fasih, bahkan ketika kita diminta untuk memimpin sering Firman Tuhan, kita mengatakan kita tidak bisa, kalau berbicara tentang film dari awal cerita sampai akhir cerita sangatlah fasih. Mengapa hal demikian terjadi di dalam hidup kita ? hal ini terjadi karena kita merasa tidak siap, bahkan  kita  merasa tidak percaya diri ketika berbicara hal-hal yang penting di hadapan banyak orang, dan  juga karena hidup terlalu jauh dari Tuhan.
  Sebenarnya setiap manusia memiliki potensi dalam dirinya namun karena tidak mau belajar maka menjadi seperti hidup di dalam tempurung, ketika kita mau belajar dan setiap kali ada kesempatan kita selalu bersedia melakukan apa yang diminta, maka dengan sendirinya kita menjadi fasih, kita harus ingat tidak ada sesuatupun yang instan di dunia ini, termasuk mie instan, mie instan sekalipun harus ada proses perebusan untuk di makan nantinya.


Selasa, 25 Februari 2020

RENUNGAN


MATERI LIDER/KEPEMIMPINAN

Ilustrasi Lalat dan Semut

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas tempat sampah di dekat sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.
“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.”
Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”
Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda. Jangan pernah kita berharap atau bermimpi mendapatkan hal yang besar bila kita tetap bertahan dengan pola yang lama, kita berupaya menemukan cara yang baru untuk mencapai hal yang besar.
Mengapa si lalat tidak melakukan cara yang berbeda? Karena si lalat tidak menyadari persoalan yang sebenarnya yang sedang di hadapinya , yaitu kaca yang menghalangi perjalanannya, hal tersebut terjadi  karena ketika ia melihat kedepan yang ia lihat adalah teman-temannya yang sudah berada di luar, ia lebih tergiur dengan tujuan yang ingin dicapai olehnya dari pada belajar dari kesalahan, sehingga si lalat terus berupaya untuk menembus kaca, dan pada akhirnya si lalat menjadi letih dan terkapar dan akhirnya menjadi santapan semut. Bila kita mengharapkan hal besar, marilah kita melakukan perubahan di dalam setiap pola pelayanan, jangan di lakukan dengan cara yang sama terus menerus, kita semua adalah pemimpin.
Mengapa kita semuah disebut pemimpin ?
Kejadian 1:28
Di ayat ini kita menemukan kata taklukanlah itu, berkuasalah
Kata taklukan itu ,berkuasalah hanya disampaikan oleh Allah kepada manusia, kata ini menujukan hal kepemimpinan, jadi setiap manusia adalah pemimpin, contoh, anak pemimpinnya adalah orang tua, kepala sekolah pemimpin dari guru maupun staf yang bekerja di sekolah, Presiden adalah pemimpin suatu negara.
Kalau kita kembali belajar dari kisah si lalat tadi kita menemukan untuk mencapai suatu tujuan adanya kerja keras sebab Hal besar tidak pernah dihasilkan di zona nyaman.

Sebutklan tiga tokoh ( dunia ,nasional, Gereja atau Alkitab) yang mempengaruhi anda ? tanpa memberi penjelasan.
Pengaruh apa yang diberikan tokoh tersebut dalam hidup anda ?
Dari  penjelasan tersebut kita menemukan bahwa pola pikir dan berbagai tindakan kita ternyata di dasarkan dari pengaruh orang lain
Apa definisi dari pemimpin ? George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17) Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan Ordway Tead ( 1929 )Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.
Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang
diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
Dari defenisi di atas kita dapat tarik kesimpulan bahwa Pemimpin adalah seorang yang mempengaruhi orang lain
Seorang pemimpin rohani adalah seseorang yang memimpin orang lain atau kelompok dengan sasaran Ilahi yang jelas, sasaran Ilahi dapat dikatakan jelas kalau taburan Firman sesuai dengan kedaan orang lain, jadi tidak sembangan menabur, seorang pemimpin rohani juga  memimpin dengan integritas dan teladan untuk mempengaruhi semua orang yang dipimpinnya. Dengan demikian semua orang dalam komunitas dapat mengalami transformasi pribadi yang berdampak secara langsung pada terjadinya transformasi komunitas.

Seorang Pemimpin Mengkhotbahkan apa yang dia alami bukan apa yang ia ketahui, membagikan kehidupannya bukan pengetahuannya.
Orang tuah  jangan pernah mengharapkan anaknya melakukan hal yang baik kalau orang tuah sendiri tidak melakukannya terlebih dahulu, karena si anak bukan melakukan apa yang diucapkan orang tuah tapi mereka melakukan apa yang dilakukan orang tuah.
Anak pemimpinnya adalah orang tuah jadi orang tuah harus memiliki keteladanan yang baik, karena perbuatan lebih kuat berbicara dari pada nasihat yang banyak.
Kita akan memiliki sasaran ilahi yang jelas dan hidup di dalam integritas dan keteladanan bila kita ada dalam 5 hal yaitu :
·        Prayer Devotion (Proses berakar )
proses berakar didalam pengenalan akan Allah supaya kita makin kenal Allah yang harus kita lalukan yaitu baca Firman  Tuhan setiap saat, kita harus punya komitmen dalam hal membaca Firman Tuhan  maka yang kita alami adalah :
1.     Stabilitas untuk pertumbuhan tegak
Peringatan bagi kita, jangan jadi orang Kristen gemuk tapi bertumbuh tegak ke atas.
Apa itu orang Kristen gemuk ?
Secara kuantitas jumlah jiwa banyak tapi secara kualitas rohani diisi oleh bayi-bayi rohani.
2.     Fondasi yang kuat untuk menahan cuaca yang sulit / perubahan musim
3.     Keberlanjutan - kemampuan untuk menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, yang biasanya jauh di bawah tanah di mana akar dangkal tidak dapat mencapai.
4.     Resistensi terhadap  hama dan penyakit


·        Memiliki Tanggung Jawab  Responbility,
Responsibility berasal dari dua kata. Response: tanggapan, tindakan, jawaban. Ability: kemampuan, kesanggupan.  Jadi Responsibility adalah kemampuan bertindak, kesanggupan menanggapi.
·        Menggunakan Komunikasi yang otentik,
Apa itu komunikasi ontentik, tidak ada kemunafikan kalau tidak senang katakan saja tidak senang, bagaimana kita mau bantu orang lain mengatasi sifat yang tidak baik kalau semua yang tidak baik ditutup rapat, ibarat pasyen datang ke dokter, dokter menanyakan keluhan si pasyen tidak bisa menjawab,bagaimana dokter mau mengobati si pasyen.
          Contoh komunikasi ontentik
Yohanes 1:47
Kata Filipus kepadanya: Mari dan lihatlah! Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel yang sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!“
·        Mau belajar dan rendah hati
Manfaatin teknologi yang kita miliki untuk belajar banyak hal,kemudian mau berbagi ilmu yang ada.
·        Caring / Peduli
Yoh 10:14-15
Akulah gembala yang baik, Mengenal nama-nama mereka Mengetahui kondisi kehidupan mereka Mengasihi mereka.
Siapakah pemimpin yang terbesar di antara kita ?
Lukas 22:25 – 26
Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.  

Struktur kepemimpinan dalam gereja IFGF 
Sebagai tahap awal diperlukan adanya pembentukan STRUKTUR ORGANISASI KEPENGURUSAN dalam gereja yang jelas dan terdiri dari minimal seorang GEMBALA, SEKRETARIS & BENDAHARA GEREJA. Apabila gereja sudah mengalami perkembangan yang lebih besar, maka struktur organisasi kepengurusan ini akan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Gaya kepemimpinan Kristen :
MEMIMPIN dengan MEMURIDKAN
Lukas 6:13 
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
Lukas 10:1
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Bagaimana Memuridkan
1.     Fokus adalah jiwa
2.     Memberi teladan
Yang mesti kita ingat Kita adalah seorang pemimpin yang memuridkan