WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Kamis, 26 Juni 2025

MEMBERI DALAM KEKURANGAN

 

Hidup tidak pernah lepas dari ujian hidup, baru saja selasai melewati masa-masa sukar dalam ujian kehidupan muncul lagi ujian yang baru dan ujian sendiri datang tanpa diminta bahkan tidak memandang latar belakang seseoarng. Dalam 2 Raja-raja 4:1 ada seoarang Wanita yangtakut akan Tuhan Ia  telah kehilangan suaminya yang adalah seorang nabi,  ini ujian baginya baru saja kehilangan suami  ditambah lagi dengan warisan hutang dari suaminya.

 

2 Raja-raja 4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

Wanita yang takut akan Tuhan ini, seorang janda miskin yang diberi beban hutang, selain beban hutang anaknya dijadikan sebagai budak ini hal yang tidak mudah bagi seorang janda yang selama hidupnya bergantung kepada suaminya. Di dalam pergumulan yang berat ia memilih memberi di dalam kekurangan.

 

Lantas apa yang dilakukan Wanita ini dalam hal memberi di dalam kekurangan ?

 

1.   Memberi diri buat Tuhan

2 Raja-raja 4:1  Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

 

 

 

 

 

 

 

 

 4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. 

4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. 

4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" 

4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. 

4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 

4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."