Hidup tidak pernah lepas dari
ujian hidup, baru saja selasai melewati masa-masa sukar dalam ujian kehidupan
muncul lagi ujian yang baru dan ujian sendiri datang tanpa diminta bahkan tidak
memandang latar belakang seseoarng. Dalam 2 Raja-raja 4:1 ada seoarang Wanita yangtakut
akan Tuhan Ia telah kehilangan suaminya yang
adalah seorang nabi, ini ujian baginya
baru saja kehilangan suami ditambah lagi
dengan warisan hutang dari suaminya.
2 Raja-raja 4:1 Salah seorang dari isteri-isteri
para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru:
"Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut
akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk
mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
Wanita yang takut akan Tuhan ini, seorang janda miskin
yang diberi beban hutang, selain beban hutang anaknya dijadikan sebagai budak
ini hal yang tidak mudah bagi seorang janda yang selama hidupnya bergantung
kepada suaminya. Di dalam pergumulan yang berat ia memilih memberi di dalam
kekurangan.
Lantas apa yang dilakukan Wanita ini dalam hal memberi di
dalam kekurangan ?
1.
Memberi diri buat Tuhan
2
Raja-raja 4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan
halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan
engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang
sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang
dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di
rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu
apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. "
4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah,
mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana
kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah
engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana.
Mana yang penuh, angkatlah!"
4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya;
ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya
mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh,
berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah
bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi
bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
4:7 Kemudian pergilah perempuan itu
memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata:
"Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari
lebihnya, engkau serta anak-anakmu."