Jumat, 17 September 2021
Selasa, 01 Juni 2021
Kamis, 25 Maret 2021
KISAHKU
Lalu hari berikutnya aku bermimpi pula dan aku menceritakan kepada saudara-saudaraku. Kataku: "Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku."
Setelah hal ini diceritakan kepada ayah dan saudara-saudaraku, maka aku ditegor oleh ayahku: "Mimpi apa mimpimu itu? Masakan aku dan ibumu serta saudara-saudaramu sujud menyembah kepadamu sampai ke tanah?"
Di hari yang lain, saat ayahku memintaku melihat apa yang dilakukan saudara-saudaraku di Padang, saat aku bertemu mereka tiba-tiba aku dibuang ke dalam sumur,teriakku,apa yang kalian lakukan ini terhadap ku, mereka tidak peduli dengan teriakanku bahkan aku pun di jual ke saudagar kaya yang tidak aku kenal,singkat cerita aku pun di jual oleh saudagar kaya ke mesir,aku dibelih oleh Potifar, karena Tuhan menyertai ku apapun yang aku kerjakan dibuat Tuhan berhasil, suatu ketika aku dibujuk istri tuanku untuk tidur dengannya aku menolaknya,dan bukan hanya sekali aku dibujuk rayu olehnya,dan setiap kali aku di ajak tidur aku pun menolak kejadian yang tidak ku sangkah-sangkah,aku di fitnah istri tuanku bahwa aku memaksanya untuk tidur dengannya,aku pun di penjara tanpa buat kesalahan. Saat dipenjara aku bertemu juru minum dan juru roti, mereka menceritakan mimpi mereka, anugerah Tuhan aku dapat mengartikan mimpi mereka sesuai dengan apa yang aku artikan demikian terjadi atas diri mereka, beberapa hari kemudian raja Firaun bermimpi dan tidak ada seorang pun dapat mengartikan mimpi raja, akhirnya Juru minum menceritakan hal ikwal ku kepada raja,raja menceritakan mimpinya kepada ku,aku pun dapat mengartikan mimpi raja karena Tuhan menyertai ku,akupun di angkat menjadi orang ke dua raja,kalau bukan Tuhan,aku bukan siapa-siapa, Ujian Iman datang itu baik buat kita, karena kita hendak di buat naik level oleh Tuhan,inilah kisah ku
Terinspirasi dari Kisah Yusuf
Selasa, 23 Maret 2021
KISAH KU
Sesampaiku di rumah aku di sambut seorang Nabi Tuhan, namanya Samuel, kemudian ia katakan kepada semua orang yang berada di rumah ku, inilah raja pilihan Tuhan, manusia memandang rupa namun Tuhan melihat hati, dan aku segera di urapi menjadi raja, benar-benar aku dikejutkan dengan peristiwa tersebut.
Beberapa bulan kemudian saat bangsaku di tantang oleh orang filistin yang tingginya enam hasta sejengkal
( kira-kira 3,2 meter ),saat itu ayahku memerintahkan aku untuk melihat keberadaan kakak-kakakku, orang filistin yang menentang tentara Israel namanya Goliat, ia berseru menantang prajurit Israel dengan berkata "mengapa kamu keluar untuk mengatur barisan perangmu? bukankah aku seorang Filistin dan kamu adalah hamba Saul? Pilihlah bagimu seorang, dan biarlah ia turun mendapatkan daku.
Jika ia dapat berperang melawan aku dan mengalahkan aku, maka kami akan menjadi hambamu; tetapi jika aku dapat mengungguli dia dan mengalahkannya, maka kamu akan menjadi hamba kami dan takluk kepada kami."
Pula kata orang Filistin itu: "Aku menantang hari ini barisan Israel; berikanlah kepadaku seorang, supaya kami berperang seorang lawan seorang."
Singkat cerita aku lah yang harus melawan si Goliat,ketika aku melawan Goliat,aku tidak mengandalkan kekuatan ku sendiri tetapi aku berperang dengan kekuatan dari Tuhan,dan aku lah yang keluar sebagai pemenang,aku yang hanya seorang yang masih sangat muda mampu mengalahkan Goliat yang telah mengalahkan banyak lawan, siapapun yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya pasti akan keluar sebagai pemenang.inilah kisahku.
Terinspirasi dari Kisah Daud
Senin, 22 Maret 2021
KISAHKU
Suatu ketika aku disuruh oleh Tuhan untuk mengatakan kepada Bangsa yang sangat kejam yaitu Bangsa Niniwe untuk segera bertobat dari kejahatan mereka, kalau tidak segera bertobat maka dalam waktu empat puluh hari,mereka akan mati binasa, namun aku memilih untuk menolak perintah tersebut,karena pikirku jangan-jangan ketika mereka mendengar apa yang aku sampaikan mereka bertobat, lalu Tuhan mengampuni mereka, karena bagiku mereka lebih baik mati karena mereka memang pantas untuk mati, kemudian aku berpikir lebih baik saja aku berlari dari Tuhan dengan berangkat ke Tarsis, dan untuk berangkat ke Tarsis aku harus menaiki kapal dari Kota Yafo,dalam perjalanan ke Tarsis tiba-tiba terjadi badai besar, sehingga Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi saat itu aku telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.Lalu datanglah nakhoda mendapatkanku sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa."Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan aku lah yang kena undi.
Berkatalah mereka kepadaku "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
Sahutku kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadaku: "Apa yang telah kau perbuat?" — sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa aku melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukan oleh ku kepada mereka.
Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
Sahutku kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.
Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki."
Kemudian mereka mengangkatku, lalu mencampakkanku ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. Tiba-tiba datanglah ikan besar dan menelanku, karena kemurahan Tuhan aku tidak mati di dalam perut ikan,hari ketiga atas kuasa Tuhan aku dimuntahkan oleh ikan besar itu, setelah kejadian itu aku pergi ke Niniwe untuk menyampaikan apa yang Tuhan telah sampaikan kepada ku mengenai mereka,saat itu juga mereka bertobat dari kejahatan mereka, lalu Tuhan mengampuni mereka tetapi Aku tidak bisa menerima kenyataan ini,maka marah lah Aku ke Tuhan, singkat cerita Tuhan akhirnya menyadarkanku, dari situ aku belajar bahwa Aku tidak punya hak menghakimi seorang pun.Saudara Tuhan tidak mengangkat kita menjadi hakim buat sesama kita, inilah kisahku.
Terinspirasi dari Kisah Nabi Yunus.
Minggu, 03 Januari 2021
Langganan:
Postingan (Atom)












