Selasa, 13 Oktober 2020
Senin, 31 Agustus 2020
RENUNGAN
Pengertian atau gambaran tentang anugerah iman, yang terdiri atas dua hal.
1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan. Iman dan harapan berjalan bersama-sama. Hal-hal yang sama yang kita harapkan adalah juga hal-hal yang kita imani. Iman adalah keyakinan dan harapan teguh bahwa Allah akan menggenapi semua yang telah dijanjikan-Nya kepada kita di dalam Kristus. Keyakinan ini begitu kuat sehingga membuat jiwa seakan-akan memiliki hal-hal tersebut dan buah-buahnya pada saat ini, dan membuat hal-hal itu hidup di dalam jiwa, dengan mengecap buah-buah pertama darinya. Sehingga dalam menjalankan iman orang-orang percaya dipenuhi dengan sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan. Kristus berdiam di dalam jiwa oleh iman, dan jiwa pun dipenuhi dengan kepenuhan Allah, sejauh dapat ditampung olehnya pada saat ini. Jiwa mengalami sebuah kenyataan hakiki akan hal-hal yang diimaninya.
2. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman menunjukkan kepada akal budi kenyataan dari hal-hal yang tidak dapat dicerna oleh mata jasmani. Iman adalah persetujuan teguh dari jiwa terhadap wahyu ilahi dan setiap bagian darinya, dan mencerahi jiwa bahwa Allah itu benar. Iman adalah persetujuan penuh akan semua hal yang telah diwahyukan Allah sebagai kudus, adil, dan baik. Iman membantu jiwa menerapkan semua itu pada dirinya dengan segala perasaan dan perbuatan yang sesuai. Jadi, iman dirancang untuk melayani orang percaya sebagai alat penglihatan, dan bagi jiwa, iman bertindak layaknya pancaindra bagi tubuh. Iman hanyalah pendapat atau angan-angan belaka jika ia tidak membuat nyata hal-hal yang tak terlihat bagi jiwa, dan menggerakkan jiwa untuk berbuat sesuai dengan hakikat dan pentingnya hal-hal yang tak terlihat itu.
Sumber Kamus Alkitab
Sabtu, 29 Agustus 2020
Minggu, 26 Juli 2020
Jumat, 17 Juli 2020
RENUNGAN
Senin, 22 Juni 2020
Kamis, 18 Juni 2020
Selasa, 16 Juni 2020
Senin, 01 Juni 2020
KISAHKU
Aku hanya pria biasa yang selama ini membantu ayahku untuk mengurus kebun anggur miliknya, tiba-tiba berdiri di depanku ada sesosok pria bersayap, Ia menyapaku, dengan berkata TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.", lantas aku menjawab Ah tuanku, jika TUHAN menyertai kami mengapa kami harus jalani penderitaan yang disebabkan orang midian atas kami ? diamanakah segala perbuatan Tuhan yang ajaib yang diceritakan kepada kami ?, dahulu Tuhan menuntun kami keluar dari mesir tapi mengapa sekarang kami dibiarkan begit saja dalam penindasan orang midian. Singkat cerita aku diangkat Tuhan menjadi hakim atas Bangsa Israel, dan disuatu pagi aku bangun pagi-pagi dengan seluruh rakyat yang menyertaiku, lantas kami berkemah dekat mata air harod. Ketika kami hendak bertempur melawan orang midian, TUHAN berfirman kepadaku, terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engka itu dari pada yang kukehendaki untuk menyerahkan orang midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegahkan diri terhadap Aku, sambil berkata, Tangankulah sendiri yang telah menyelamatkan aku. Maka sekarang serukanlah kepada rakyat, siapa yang takut dan gentar boleh pulang segera,kemudian pulanglah dua puluh dua ribu orang, dan sisa yang tinggal sepuluh ribu orang, dan lagi-lagi Tuhan berfirman kepadaku masih terlalu banyak yang menyertaimu, kemudian Tuhan pulah berkata kepadaku katakanlah kepada rakyatmu untuk segera turun minum, barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya sperti anjing menjilat, haruslah kau kumpulkan tersendiri, demikian juga semuaorang yang berlutut untuk minum. Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat semuanya berlutut minum air., kemudian Tuhan berfirman juga kepadaku, dengan ketiga ratus orang yang mengirup itu, akan kuselamatkan kamu. Singkat cerita kami mengaahkan bangsa midian atas campur tangan Tuhan,.
Rabu, 20 Mei 2020
KISAHKU
Senin, 11 Mei 2020
KISAHKU
KISAHKU
Inilah kisahku, ketika bertemu Yesus ada perubahan hidup, bagaimana kisahmu ? apakah engkau pernah bertemu Yesus ? kalau sudah, apakah kamu mengalami perubahan hidup sepertiku ?
RENUNGAN
Minggu, 10 Mei 2020
Jumat, 08 Mei 2020
RENUNGAN
Kamis, 07 Mei 2020
RENUNGAN
Minggu, 03 Mei 2020
RENUNGAN
Sabtu, 02 Mei 2020
RENUNGAN
Jumat, 01 Mei 2020
RENUNGAN
( Roma 2:29 ) Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani , bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.
Segala sesuatu kita kerjakan hanya untuk nama Tuhan dipermuliakan bukan untuk dipuji orang, Tuhan Yesus memberkati kita semua.
Rabu, 29 April 2020
RENUNGAN
Yeremia 17:10 (TB) Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."
Dalam PL biasanya berkat dijanjikan mendahului penyataan kutuk. Kini urutan itu dibalik: kutuk barulah berkat. Ini berarti bahwa nasib yang Yehuda alami dalam waktu dekat adalah kutuk. Kutuk hukuman Allah tidak lagi dapat dihindari sebab dosa mereka sudah sedemikian dalam terukir dalam dasar hati sampai ke ungkapan-ungkapan tindakan Yehuda (1-2).Yehuda, umat pilihan dan yang diberkati Tuhan tidak lagi berpegang pada perintah Tuhan apalagi mengandalkan Dia. Ketika mereka berada dalam tekanan bangsa-bangsa besar di sekitarnya, Yehuda tidak percaya dan tak mengandalkan Tuhan. Mereka berbalik menyembah berhala-berhala agar mereka dilindungi bangsa yang berhalanya mereka sembah (1-2, 9). Berbuat demikian berarti lebih mengandalkan kekuatan dan pertimbangan diri sendiri. Sikap ini mendatangkan kutuk, yakni penghukuman: harta mereka akan dirampas (3), mereka akan diangkut dari tanah mereka dibawa ke pembuangan dan menjadi budak di tanah musuh (4). Penderitaan dan kesulitan ini mengajarkan mereka tentang kesia-siaan mengandalkan kekuatan manusia dan diri sendiri (5-6). Hal ini menggantikan keadaan baik yang seharusnya mereka alami sebagai bukti berkat Tuhan bagi orang-orang yang mengandalkan-Nya, berkat yang memberikan kekuatan sekalipun harus berhadapan dengan tantangan dan pergumulan (7-8).Jika kita diberi kesempatan memilih antara berkat atau kutuk, kita cenderung memilih berkat. Namun prasyarat memperoleh berkat, yakni berani berprinsip sesuai firman dan berani tampil beda meski akan dibenci orang lain, belum tentu dapat kita tanggung. Padahal jalan Tuhan sekalipun terlihat mustahil, tapi konsekuensi jangka panjangnya membawa berkat, kekuatan, dan kemampuan menghadapi tantangan dan pergumulan.
- Sumber : Aplikasi Tafsiran Alkitab
RENUNGAN
Ibrani 12:28
Yohanes 1:12-13
Senin, 27 April 2020
RENUNGAN
Minggu, 26 April 2020
RENUNGAN
Siapakah yang di maksud dengan Anak Manusia ? Ketika Yesus masih berada di dunia Ia menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia bukan berarti Yesus hanya manusia biasa.
Apakah yang di maksud dengan ular tembaga ? ular tembaga adalah monumen yang pernah di dirikan oleh Musa atas perintah Allah.
Bagaimana latar belakang ular tembaga di buat ?
Dekat perbatasan Edom orang Israel yg memberontak menderita pagutan ular yg membawa maut sebagai hukuman dosa mereka, dan memohon Musa mensyafaati mereka di hadapan Allah, untuk menyelamatkan mereka dari ular itu. Lalu Allah menyuruh Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya di atas tiang, sehingga barangsiapa dipagut ular bila memandang kepada ular tembaga itu akan dapat hidup (Bil 21:4-9 )
Apakah yang di maksud dengan Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan ?
Ketika Bangsa Israel diselamatkan oleh karena memandang ular tembaga,maka dengan demikian mereka memuja ular tembaga, sehingga ular tembaga menjadi berhala dalam kehidupan mereka, jadi apakah benar yang dimaksud oleh ayat ini adalah tentang pemujaan kepada Yesus ?
atau ayat tentang penyembahan ?
Ini ayat sama sekali tidak berbicara tentang penyembahan, perhatikan dengan baik penjelasan di bawah ini ;
Ular tembagalah yang menyembuhkan mereka. Tembaga itu terang, kita membaca tentang kaki Kristus yang mengkilap bagaikan tembaga (Why. 1:15). Tembaga itu tahan lama, Kristus juga sama. Tembaga itu dibentuk menyerupai ular tedung, namun tidak berbisa, tidak memagut, jadi sangat cocok menggambarkan Kristus yang dijadikan dosa bagi kita namun tidak berdosa, dan yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa, namun tidak berdosa. Ia tidak berbahaya sama seperti ular tembaga. Ular adalah makhluk yang terkutuk, Kristus pun dijadikan sebagai kutuk. Apa yang menyembuhkan mereka mengingatkan mereka akan wabah yang mereka derita, demikian pula halnya di dalam Kristus dosa diperlihatkan kepada kita sebagai sesuatu yang paling ganas dan paling menakutkan.
. Ular tembaga itu ditinggikan di atas tiang, begitu pula Anak Manusia harus ditinggikan. Demikianlah Ia harus menderita dan ditinggikan (Luk. 24:26, 46),( Yohanes 12:32-33 ) ketika kita membaca Yohanes 12 : 32, kita terlalu terburu-buru menyimpulkan bahwa yang Yesus ajarkan bila ada penyembahan maka banyak orang akan datang kepada Bapa karena kesan yang muncul demikian, tapi bila kita melanjutkan dengan membaca ayat yang ke 33 yang berbunyi; Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. Maka kita dapat mengerti bahwa yang di maksudkan oleh Yesus adalah mengenai kematian-Nya, ketika Yesus mengalami kematian di tiang kayu salib maka banyak orang akan datang kepada Bapa. Kembali kepada Yohanes 3: 14-15 Ketika Yesus mati disalibkan maka setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal.


























