ILUSTRASI
Suatu ketika ada seekor induk ayam dan seekor induk rajawali menggerami telur secara bersamaan, dan tanpa disengaja induk rajawali menjatuhkan salah satu telur yang dieraminya, ketempat induk ayam yang sedang mengerami telurnya, sampai waktunya akhirnya semua telur menetas, diantara sekian banyak telur yang dierami induk ayam, salah satunya menghasilkan anak rajawali, walau ia berbeda, ia dianggap sebagai anak oleh si induk ayam, si anak rajawali tumbuh bersama dengan anak-anak ayam yang lainnya dan ia dianggap sebagai ayam, iapun merasa bahwa ia adalah seekor ayam, dan ketika ia bertumbuh dewasa, induknya yang adalah seekor ayam mengatakan kepada semua anak-anaknya, kalian semua telah dewasa, saatnya kalian anak-anakku untuk pergi menuju dunia luar, kemudian mereka semua meninggalkan induknya termasuk si rajawali, ketika mereka meninggalkan induk mereka, mereka bertemu dengan sekelompok ayam yang lain, saat itu keadaan si rajawali tidak terima oleh sekelompok ayam yang ia baru saja kenal, sebab ia berbeda dengan mereka, namun saudara-saudaranya berupaya meyakinkan ayam-ayam yang lain bahwa si rajawali adalah saudara mereka yang berarti dia juga adalah seekor ayam, namun ayam-ayam yang baru saja mereka kenal menertawai mereka, dan dengan terpaksa si rajawali pergi meninggalkan mereka semua, dan akhirnya ia bertemu dengan kelompok para rajawali, kedaannya di terima disana, ketika ia bersama para rajawali yang lain, ia melihat mereka beterbangan dan ia hanya menonton, dan ketika ada yang bertanya kepadanya, kenapa kamu tidak ikut terbang dengan kami ? kata si rajawali tadi, mana bisa aku terbang, aku hanya seekor ayam, semua yang mendengarnya menjadi tertawa, dan tiba-tiba hujan turun dari langit, para rajawali yang lain mengatakan coba kamu lihat wajah kamu, diserpihan air, ia kaget bukan main melihat bayangannya, ia tidak bisa menerima kenyataan yang ada sehingga ia bertengkar dengan bayanggannya sendiri sampai akhirnya ia mengalami kematian, sampai matinya ia merasa ia hanya seekor ayam, karena pola pikirnya tidak pernah berubah.
Ayub 3:25
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku , dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.
Hal ini merupakan perkataan
seoarng yang bernama Ayub, dan dari apa yang ia ucapkan dapat kita ketahui,
bahwa ketika ia menghadapi berbagai persoalan , ia tidak pernah menyalahkan
Tuhannya, tapi ia menemukan bahwa semua terjadi karena apa yang ia pikirkan.
Ketakutan dan kecemasan datangnya
dari pikiran, dan pikiran letaknya di otak, dan apapun yang kita kerjakan diperintahkan
langsung dari otak, contoh ketika saya mau mengucapkan suatu kalimat otak
terlebih dahulu berpikir,baru dilanjutkan dengan ucapan yang keluar dari mulut.
Karena otak mempengaruhi seluruh tubuh maka ketika seseorang mengalami strok,
maka tubuhnya tak berdaya.
Jadi otak merupakan kekuatan
supranatural yang begitu hebat yang di miliki oleh manusia, sehingga manusia
dapat membuat segala sesuatu. Alkitab mengatakan iblis seperti singa yang
mengaum-ngaum yang terus mencari mangsanya yang siap untuk di telan, iblis tahu
manusia memiliki otak yang memiliki daya cipta, itu sebabnya titik serang iblis
kepada manusia yaitu pikiran, dan itu sebabnya betapa pentingnya kita menjaga
pola pikir kita.
Apa yang Alkitab ajarkan untuk
kita pikirkan ?
Flp 4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang
benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis,
semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji,
pikirkanlah semuanya itu.
Ketika kita baca Firman Tuhan, jangan
hanya sekedar baca, tapi lakukanlah perenungan, dengan demikian pikiran kita mengarah untuk memikirkan Firman yang
tadinya kita baca, maka tercipta hal positif di dalam pikiran, sehingga yang
keluar dari diri prilaku kita hal yang positif. Apabila pikiran dikuasai oleh
hal negatif maka yang keluar dari prilaku adalah hal negatif.
Ketakutan dan kecemasan adalah
hal negatif yang ada di dalam pikiran, hal negatif tersebut bisa membuat
seseorang menjadi ceroboh atau salah langkah, yang menyebabkan terjadi hal yang
tidak diinginkan dan apa yang terus menerus dipikirkan di dalam otak, itu ibarat
doa yang terus dipanjatkan, untuk iblis
dengar, sehingga iblis mengambil keuntungan di dalamnya.
Sekalipun saat ini kita ada pada
zaman yang tidak menyenangkan karena pandemi covid 19 jangan biarkan diri kita
dikuasai oleh ketakutan dan kecemasan, walaupan kita mendengar informasi bahwa ada
Hamba-Hamba Tuhan yang mengalami kematian, pegang terus saja Firman Tuhan,
karena Firman Tuhan adalah Benteng kekuatan kita, ingat Tuhan kita bukan Tuhan
pendusta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar