WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Minggu, 06 Juli 2025

RENUNGAN


MENGENAL INJIL MARKUS

Pendahuluan

  • Injil Markus adalah Injil terpendek dan paling padat dari keempat Injil.
  • Ditulis oleh Yohanes Markus, seorang rekan Paulus dan Petrus.
  • Fokus utama: Yesus sebagai Hamba yang taat dan Anak Allah yang penuh kuasa.
  • Ditekankan lebih pada perbuatan Yesus daripada pengajaran panjang.

Struktur Ringkas Injil Markus

1. Persiapan Pelayanan Yesus (Markus 1:1–13)

  • Yohanes Pembaptis sebagai pembuka jalan.
  • Baptisan Yesus dan pencobaan di padang gurun.

2. Pelayanan di Galilea (Markus 1:14 – 8:26)

  • Yesus mengajar dengan kuasa dan melakukan banyak mujizat.
  • Penyembuhan orang sakit, pengusiran roh jahat.
  • Pemanggilan murid-murid-Nya.
  • Penolakan dari orang Farisi dan ahli Taurat.

3. Perjalanan ke Yerusalem (Markus 8:27 – 10:52)

  • Pengakuan Petrus: “Engkau adalah Mesias” (Markus 8:29).
  • Yesus memberitahukan penderitaan dan kematian-Nya.
  • Pengajaran tentang pengorbanan, pelayanan, dan salib.

4. Minggu Terakhir Yesus di Yerusalem (Markus 11 – 13)

  • Masuk Yerusalem dengan sorak sorai.
  • Pengusiran pedagang dari Bait Allah.
  • Pengajaran terakhir dan nubuat kehancuran Bait Allah.

5. Penderitaan, Penyaliban, dan Kebangkitan (Markus 14 – 16)

  • Perjamuan malam terakhir.
  • Doa di Getsemani, penangkapan, pengadilan.
  • Penyaliban di Golgota.
  • Kebangkitan pada hari ketiga.

Poin-poin Khotbah Utama

1. Yesus adalah Hamba yang Taat dan Rendah Hati

  • Markus menggambarkan Yesus sebagai hamba yang melayani, bukan raja duniawi.
  • Ia memberi contoh melayani tanpa pamrih.

2. Kuasa Allah Terlihat dalam Tindakan-Nya

  • Banyak mujizat: menyembuhkan, memberi makan ribuan orang, mengusir setan.
  • Tapi fokus Yesus bukan hanya mujizat, melainkan menyelamatkan jiwa.

3. Salib adalah Jalan Keselamatan

  • Markus menekankan penderitaan Yesus sebagai pusat Injil.
  • Yesus rela mati sebagai tebusan bagi dosa kita.

4. Tanggapan Kita: Mengikut Yesus dengan Penyangkalan Diri

Markus 8:34 – “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”


Penutup: Apa Respons Kita?

  • Apakah kita siap menjadi hamba seperti Kristus?
  • Apakah kita mengakui Yesus sebagai Juruselamat dan Raja?
  • Mari kita percaya kepada-Nya, ikut teladan-Nya, dan wartakan Injil-Nya.

Ilustrasi Singkat (Opsional)

Seorang raja turun dari tahtanya untuk membersihkan kaki rakyatnya – itulah yang Yesus lakukan. Sang Raja menjadi hamba agar kita bisa menjadi anak-anak Allah.


 


Kamis, 26 Juni 2025

MEMBERI DALAM KEKURANGAN

 

Hidup tidak pernah lepas dari ujian hidup, baru saja selasai melewati masa-masa sukar dalam ujian kehidupan muncul lagi ujian yang baru dan ujian sendiri datang tanpa diminta bahkan tidak memandang latar belakang seseoarng. Dalam 2 Raja-raja 4:1 ada seoarang Wanita yangtakut akan Tuhan Ia  telah kehilangan suaminya yang adalah seorang nabi,  ini ujian baginya baru saja kehilangan suami  ditambah lagi dengan warisan hutang dari suaminya.

 

2 Raja-raja 4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

Wanita yang takut akan Tuhan ini, seorang janda miskin yang diberi beban hutang, selain beban hutang anaknya dijadikan sebagai budak ini hal yang tidak mudah bagi seorang janda yang selama hidupnya bergantung kepada suaminya. Di dalam pergumulan yang berat ia memilih memberi di dalam kekurangan.

 

Lantas apa yang dilakukan Wanita ini dalam hal memberi di dalam kekurangan ?

 

1.   Memberi diri buat Tuhan

2 Raja-raja 4:1  Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

 

 

 

 

 

 

 

 

 4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. 

4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. 

4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!" 

4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. 

4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir. 

4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."