WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Rabu, 29 April 2020

RENUNGAN



Yeremia 17:10 (TB)  Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." 

Dalam PL biasanya berkat dijanjikan mendahului penyataan kutuk. Kini urutan itu dibalik: kutuk barulah berkat. Ini berarti bahwa nasib yang Yehuda alami dalam waktu dekat adalah kutuk. Kutuk hukuman Allah tidak lagi dapat dihindari sebab dosa mereka sudah sedemikian dalam terukir dalam dasar hati sampai ke ungkapan-ungkapan tindakan Yehuda (1-2). 
Yehuda, umat pilihan dan yang diberkati Tuhan tidak lagi berpegang pada perintah Tuhan apalagi mengandalkan Dia. Ketika mereka berada dalam tekanan bangsa-bangsa besar di sekitarnya, Yehuda tidak percaya dan tak mengandalkan Tuhan. Mereka berbalik menyembah berhala-berhala agar mereka dilindungi bangsa yang berhalanya mereka sembah (1-2, 9). Berbuat demikian berarti lebih mengandalkan kekuatan dan pertimbangan diri sendiri. Sikap ini mendatangkan kutuk, yakni penghukuman: harta mereka akan dirampas (3), mereka akan diangkut dari tanah mereka dibawa ke pembuangan dan menjadi budak di tanah musuh (4). Penderitaan dan kesulitan ini mengajarkan mereka tentang kesia-siaan mengandalkan kekuatan manusia dan diri sendiri (5-6). Hal ini menggantikan keadaan baik yang seharusnya mereka alami sebagai bukti berkat Tuhan bagi orang-orang yang mengandalkan-Nya, berkat yang memberikan kekuatan sekalipun harus berhadapan dengan tantangan dan pergumulan (7-8). 
Jika kita diberi kesempatan memilih antara berkat atau kutuk, kita cenderung memilih berkat. Namun prasyarat memperoleh berkat, yakni berani berprinsip sesuai firman dan berani tampil beda meski akan dibenci orang lain, belum tentu dapat kita tanggung. Padahal jalan Tuhan sekalipun terlihat mustahil, tapi konsekuensi jangka panjangnya membawa berkat, kekuatan, dan kemampuan menghadapi tantangan dan pergumulan. 


  • Sumber : Aplikasi Tafsiran Alkitab  

RENUNGAN



Ibrani 12:28

12:28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. 

Pada suatu hari kelak Allah akan meruntuhkan tatanan dunia yang sekarang ini serta menggoncangkan alam semesta ini hingga hancur berantakan, hal ini terjadi karena dunia telah dipenuhi dengan segala macam kejahatan dan manusia tidak lagi peduli dengan hal-hal rohani malah  sibuk  hanya mencari kepentingan yang menyangut urusan perutnya semata. Wahyu 20:11;21:1; mengulas bahwa bumi dihancurkan dengan api dan akan diganti dengan lagit baru dan bumi baru, apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan bumi baru ? sesungguhnya bumi baru adalah Surga tempat kediaman Allah sendiri. Segala sesuatu pastinya akan berakhir maka kita harus memastikan diri menjadi orang-orang warga Kerajaan Allah, sebab satu-satunya yang tidak tergoncangkan adalah Kerajaan Allah itu sendiri. Bagaimana kita bisa digolongkan sebagai warga Kerajaan Allah ?

1. Memiliki identitas sebagai Warga Kerajaan Allah

Untuk memiliki suatu identitas dalam kenegaraan tentunya syarat mutlak yang pertama berdasarkan kelahiran dan yang kedua memiliki kartu identitas, bagi warga Indonesia kartu identitas pribadi dinamakan KTP. Seorang warga negara asing dapat diakui sebagai warga negara Indonesia, apa bila telah mengurus identitas warga negaranya dan diakui oleh negara.

Bagaimana caranya mendapatkan identitas sebagai warga Kerajaan Allah ? Yesus berasal dari Kerajaan Allah dan Ia tidak pernah berbuat dosa sebab Ia adalah Allah sendiri, sedangkan kita manusia telah dilahirkan dengan benih dosa, akibat dosa satu orang kita semua jadi berdosa, itu sebabnya Yesus sendiri mengambil inisiatif untuk melakukan karya penebusan, supaya kita boleh dilahirkan kembali. Tanda seseorang telah lahir baru yaitu memulai hidup dalam pertobatan yang sungguh-sungguh. Sebagaimana menjadi warga negara di dunia yaitu perlu adanya pengakuan dari negara, maka untuk menjadi warga Kerajaan Allah yaitu adanya pengakuan dari Allah, supaya mendapatkan pengakuan dari Allah, kita haruslah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

Yohanes 1:12-13

1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah  , yaitu mereka yang percaya  dalam nama-Nya;  1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki , melainkan dari Allah.  

Maksud dari Yohanes 1:12-13 yaitu; "Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, maka kita diberi kemampuan oleh Allah untuk hidup di dalam kekudusan, dan ketika kita   menjadi percaya kepada Yesus kita percaya bukan berdasarkan kata orang, ataupun bukan karena telah terlahir di keluarga Kristen tetapi menjadi percaya berdasarkan pengalaman pribadi dengan Allah sendiri.

2. Memelihara Keselamatan

Filipi 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar ,bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir. 

Paulus mengajarkan kepada jemaat di Filipi untuk tetap kerjakan keselamatan, itu berarti keselamatan bisa hilang, dan kapan keselamatan bisa hilang ?

Ibarni 10:26-27

 10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa , sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. 

Jadi tidak ada sekali selamat tetap selamat.


GBU ALL

Senin, 27 April 2020

RENUNGAN






Markus 13:33 (TB)  "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.


Apa arti hati-hati ?
Menurut KBBI hati- hati mengandung arti waspada.Waspada sendiri selalu mengarah kepada suatu tindakan pencegahan terhadap  hal buruk yang kemungkinan terjadi agar hal tersebut tidak di alami, contoh selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah, dan rajin mencuci tangan untuk pencegahan terkenanya virus Covid 19

sedangkan berjaga-jagalah menurut KBBI mengandung arti tidak tidur semalam suntuk. Itu berarti mata selalu melek untuk melihat keadaan yang terjadi agar dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan, contoh hansip setiap malam berada di pos ronda agar tidak terjadi pencurian di kompleks perumahan tempat mereka bertugas.

Perkataan ayat di atas di maksudkan untuk  menghadapi nubuatan yang disampaikan Yesus kepada murid-muridNya yang telah ditulis di dalam Markus 13:24-27 yang bunyinya ;

"Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Dan pada waktu itu pun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.

Nubuatan tersebut tidak ada seorang pun yang tahu kapan akan terjadi, sebab kedatangan Anak Manusia seperti pencuri pada waktu malam itu sebabnya kita perlu melakukan pencegahan terhadap hal buruk agar tidak menimpa kita. Bagaimana cara pencegahannya ?

1.Bertobat ( Matius 3:2 )
2. Berdoa agar kita tidak jatuh dalam berbagai pencobaan ( Matius 26:41 )
3. Persiapkan minyak ( Matius 25:1-13 )
Minyak berarti urapan, urapan menggambarkan hadirat Tuhan, berbicara tentang hadirat Roh Kudus berarti berbicara tentang keintiman.



Minggu, 26 April 2020

RENUNGAN

Yohanes 3:14-15 (TB)  Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Siapakah yang di maksud dengan Anak Manusia ? Ketika Yesus masih berada di dunia Ia menyebut diri-Nya sebagai Anak Manusia bukan berarti Yesus hanya manusia biasa.

Apakah yang di maksud dengan ular tembaga ? ular tembaga adalah monumen yang pernah di dirikan oleh Musa atas perintah Allah.

Bagaimana latar belakang ular tembaga di buat  ?

Dekat perbatasan Edom orang Israel yg memberontak menderita pagutan ular yg membawa maut sebagai hukuman dosa mereka, dan memohon Musa mensyafaati mereka di hadapan Allah, untuk menyelamatkan mereka dari ular itu. Lalu Allah menyuruh Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya di atas tiang, sehingga barangsiapa dipagut ular bila memandang kepada ular tembaga itu akan dapat hidup (Bil 21:4-9 )

Apakah yang di maksud dengan Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan ?

Ketika Bangsa Israel diselamatkan oleh karena memandang ular tembaga,maka dengan demikian mereka memuja ular tembaga, sehingga ular tembaga menjadi berhala dalam kehidupan mereka, jadi apakah benar yang dimaksud oleh ayat ini adalah tentang pemujaan kepada Yesus ?
atau ayat tentang penyembahan ?

Ini ayat sama sekali tidak berbicara tentang penyembahan, perhatikan dengan baik penjelasan di bawah ini ;

Ular tembagalah yang menyembuhkan mereka. Tembaga itu terang, kita membaca tentang kaki Kristus yang mengkilap bagaikan tembaga (Why. 1:15). Tembaga itu tahan lama, Kristus juga sama. Tembaga itu dibentuk menyerupai ular tedung, namun tidak berbisa, tidak memagut, jadi sangat cocok menggambarkan Kristus yang dijadikan dosa bagi kita namun tidak berdosa, dan yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa, namun tidak berdosa. Ia tidak berbahaya sama seperti ular tembaga. Ular adalah makhluk yang terkutuk, Kristus pun dijadikan sebagai kutuk. Apa yang menyembuhkan mereka mengingatkan mereka akan wabah yang mereka derita, demikian pula halnya di dalam Kristus dosa diperlihatkan kepada kita sebagai sesuatu yang paling ganas dan paling menakutkan.

. Ular tembaga itu ditinggikan di atas tiang, begitu pula Anak Manusia harus ditinggikan. Demikianlah Ia harus menderita dan ditinggikan (Luk. 24:26, 46),( Yohanes 12:32-33 ) ketika kita membaca Yohanes 12 : 32, kita terlalu terburu-buru menyimpulkan bahwa yang Yesus ajarkan bila ada penyembahan maka banyak orang akan datang kepada Bapa karena kesan yang muncul demikian, tapi bila kita melanjutkan dengan membaca ayat yang ke 33 yang berbunyi;   Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. Maka kita dapat mengerti bahwa yang di maksudkan oleh Yesus adalah mengenai kematian-Nya, ketika Yesus mengalami kematian di tiang kayu salib maka banyak orang akan datang kepada Bapa. Kembali kepada Yohanes 3: 14-15 Ketika Yesus mati disalibkan maka setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal.




PHOTO KITA



Momen Ultah













Minggu, 19 April 2020

RENUNGAN


2 Samuel 24:18-25


Mezbah didirikan dekat Yerusalem Tulah berhenti

24:18 Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: "Pergilah, dirikanlah mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Arauna,  orang Yebus itu." 
24:19 Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad, seperti yang diperintahkan TUHAN. 
24:20 Ketika Arauna menjenguk dan melihat raja dengan pegawai-pegawainya mendapatkannya, pergilah Arauna ke luar, lalu sujud kepada raja dengan mukanya ke tanah. 
24:21 Bertanyalah Arauna: "Mengapa tuanku raja datang kepada hambanya ini?" Jawab Daud: "Untuk membeli tempat pengirikan ini dari padamu dengan maksud mendirikan mezbah bagi TUHAN, supaya tulah ini berhenti  menimpa rakyat." 
24:22 Lalu berkatalah Arauna kepada Daud: "Baiklah tuanku raja mengambilnya dan mempersembahkan apa yang dipandangnya baik; lihatlah, itu ada lembu-lembu  untuk korban bakaran, dan eretan-eretan pengirik dan alat perkakas lembu untuk kayu bakar. 
24:23 Semuanya ini, ya raja, diberikan Arauna kepada raja." Arauna berkata pula kepada raja: "Kiranya TUHAN, Allahmu, berkenan kepadamu." 
24:24 Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa . " Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak.
24:25 Lalu Daud mendirikan di sana mezbah  bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan. Maka TUHAN mengabulkan doa  untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.


Apa tulah yang melanda Bangsa Israel saat itu ?

2 Samuel 24:15 Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah  dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang.  

Penyakit samparlah yang di alami oleh Bangsa Israel, dimulai dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan oleh Allah, waktu yang ditetapkan berbicara tentang kedaulatan Allah, kalau Allah mengatakan berhenti dalam waktu yang lama, maka penyakit sampar berhenti dalam jangka waktu yang lama, bila Allah mengatakan berhenti dalam waktu yang singkat maka pastinya berhenti dalam waktu yang singkat.Disini waktu ketetapan Allah 3 bulan lamanya.

Apa penyebab tulah terjadi atas Bangsa Israel ?

2 Samuel  24:1 Bangkitlah pula  murka TUHAN terhadap orang Israel;  Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda  .

Kata menghasut kelihatannya sangatlah kejam, dari pernyataan ini seakan-akan menunjukan Allah  adalah Tuhan yang kejam yang menghasut Daud untuk melawan Bangsa Israel.

1 Tawarikh   21:1 Iblis  bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel 

Apa yang ditulis di dalam Kitab Samuel dan ditulis di dalam Kitab Tawarikh kelihatan bertolak belakang, mengapa demikian terjadi ?
Bagi Samuel segala sesuatu berasal dari Allah, baik itu hal yang baik maupun yang jahat, itu sebabnya Samuel pernah menuliskan roh jahat yang berasal dari Allah menguasai Saul. Sedangkan penulis tawarikh mengemukakan hal yang jahat berasal dari iblis, jadi kesimpulannya dari apa yang di tulis oleh Samuel adalah Allah menginijnkan hal buruk terjadi atas Bangsa Israel, dan karena perbuatan Daud tulah terjadi atas Bangsa Israel.


Kesalahan Daud hanyalah menghitung jumlah Bangsanya, apa yang salah dari perbuatan Daud ini ?

Allah melihat hati yang sombong dari diri Daud ,karena Daud melihat Bangsanya yang besar dan prajurid-prajuridnya yang gagah perkasa yang mampu mengalahkan banyak musuh termasuk para raksasa dikalahkan oleh mereka. Kesombongan meluluh lantahkan Bangsanya. Ketika Daud sadar, Daud cepat bertobat dan mulai membangun Mezbah bagi Allah.

Apa arti dari Mezbah ?

Mezbah adalah gambaran dari pengorbanan Kristus, itu berarti Daud sedang membangun hubungan dengan Tuhannya. Ketika Daud hendak membangun Mezbah ia diberi gratis oleh oleh Arauna tapi Daud menolak karena bagi Daud membangun Mezbah jangan tanpa membayar apa-apa, artinya ketika kita datang kepada Kristus jangan dengan tangan hampa, datang kepada Kristus dengan memberi hidup lebih sungguh-sungguh, tidak menghakimi seorangpun, saudara sesungguhnya tidak berdoa adalah kesombongan.


Ketika Mezbah dibangun tulah berhenti, ketika kita berdoa dan merendahkan diri, Virus Covid 19 pasti berakhir, karena doa orang benar besar kuasanya, jangan pernah ragu akan kuasa doa. Marilah kita semua berdoa tanpa terkecuali karena kesejahteraan kota dimana kamu tinggal adalah kesejahteraanmu.

Rabu, 15 April 2020

RENUNGAN


Mazmur 103:17 (TB)  Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,

Sejauh ini si pemazmur hanya melihat ke belakang pada pengalaman-pengalamannya sendiri, dan dari situ ia mendapatkan pokok pujian. Di sini ia melihat secara luas dan memperhatikan kebaikan Tuhan kepada orang lain juga. Sebab bersama dan untuk mereka kita harus bersukacita dan mengucap syukur, sebab semua orang kudus diberi makan dari meja yang sama dan turut berbagi dalam berkat-berkat yang sama.

I. Sesungguhnya Allah itu baik kepada semua (ay. 6): Dia menjalankan keadilan dan hukum, bukan hanya bagi umat-Nya sendiri, tetapi juga bagi segala orang yang diperas. Sebab bahkan dalam tindak pemeliharaan yang biasa Dia lakukan bagi semua orang, Ia menjadi pelindung bagi orang-orang tidak bersalah yang tertindas, dan, dengan satu atau lain cara, ia akan membela kepentingan orang-orang yang terluka melawan para penindas mereka. Adalah kehormatan-Nya untuk merendahkan orang-orang congkak dan membantu orang-orang yang tidak berdaya.

II. Dia baik secara istimewa kepada Israel, kepada setiap orang Israel sejati, yang berhati bersih dan lurus.

1. Dia telah menyatakan diri-Nya dan anugerah-Nya kepada kita (ay. 7): Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, dan melalui Musa perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel, bukan hanya melalui tongkatnya kepada orang-orang yang hidup pada masa itu, tetapi juga melalui penanya kepada masa-masa berikutnya. Perhatikanlah, pewahyuan ilahi merupakan salah satu dari kebaikan-kebaikan ilahi yang pertama dan terbesar yang dengannya jemaat diberkati. Sebab Allah memulihkan kita kembali kepada diri-Nya dengan menyatakan diri-Nya kepada kita, dan menganugerahkan kepada kita segala kebaikan dengan memberi kita pengetahuan. Ia telah memperkenalkan perbuatan-perbuatan-Nya dan jalan-jalan-Nya (yaitu, sifat-Nya dan cara-cara-Nya berurusan dengan anak-anak manusia), agar mereka tahu apa yang harus dipikirkan tentang-Nya dan apa yang harus diharapkan dari-Nya. Demikian menurut Dr. Hammond. Atau, melalui jalan-jalan-Nya kita dapat memahami hukum-hukum-Nya, yaitu jalan yang dikehendaki-Nya bagi kita untuk berjalan di dalamnya. Juga, melalui perbuatan-perbuatan-Nya, atau rancangan-rancangan-Nya (sesuai dengan arti kata itu), kita dapat memahami janji-janji dan tujuan-tujuan-Nya tentang apa yang akan diperbuat-Nya terhadap kita. Sedemikian baiknya Allah berhubungan dengan kita.

2. Tidak pernah Ia ganas dan kejam terhadap kita, tetapi selalu lembut, penuh belas kasihan, dan siap mengampuni.

(1) Memang sudah sifat-Nya demikian (ay. 8): TUHAN adalah penyayang dan pengasih. Ini merupakan jalan-Nya yang telah diperkenalkan-Nya kepada Musa di Gunung Horeb, ketika Ia menyatakan nama-Nya demikian (Kel. 34:6-7), saat menjawab pertanyaan Musa (Kel. 33:13), beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau. Adalah jalan-Ku, firman Allah, untuk mengampuni dosa.

[1] Ia tidak lekas marah (ay. 8). Ia panjang sabar, tidak lekas menunjuk pada kesalahan yang kita perbuat atau segera mengambil keuntungan melawan kita. Ia bersabar terhadap orang-orang yang amat membangkitkan amarah-Nya. Ia menunda-nunda untuk menghukum, agar dapat memberikan ruang untuk bertobat, dan tidak bersegera menjalankan putusan dari hukum-Nya. Begitulah, Ia tidak bisa panjang sabar seperti itu seandainya Ia tidak berlimpah kasih setia, seandainya Ia bukan Bapa yang penuh belas kasihan sepenuh-penuhnya.

[2] Ia tidak marah berlama-lama. Karena (ay. 9) tidak selalu Ia menuntut (kjv: tidak selalu Ia menegur – pen.), sekalipun kita selalu melanggar dan pantas ditegur. Meskipun Ia memperlihatkan murka-Nya melawan kita atas dosa-dosa kita melalui teguran-teguran Pemeliharaan ilahi dan peringatan-peringatan hati nurani kita sendiri, dan dengan demikian menyebabkan dukacita, namun Ia akan berbelas kasihan dan tidak akan selalu membiarkan kita dalam penderitaan dan kengerian. Tidak, tidak akan dilakukan-Nya hal itu karena dosa-dosa kita. Sebaliknya, setelah kita hidup dalam roh perbudakan, Ia menganugerahkan kepada kita roh yang akan mengangkat kita menjadi anak. Betapa berbedanya di hadapan Allah dengan orang-orang yang selalu menegur, yang selalu mencari-cari kesempatan untuk menegur, dan tidak tahu kapan harus berhenti! Apa jadinya kita jika Allah berbuat demikian terhadap kita? Tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam melawan umat-Nya sendiri, tetapi akan mengumpulkan mereka dengan kasih setia abadi (Yes. 54:8; 57:16).

(2) Kita telah mendapati-Nya demikian. Kita, pada pihak kita, harus mengakui bahwa tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita (ay. 10). Kitab Suci sangat banyak berbicara tentang kasih setia Allah, dan kita semua dapat mengamini bahwa itu benar, bahwa kita telah mengalaminya. Andaikata Ia bukan Allah yang penyabar, kita pasti sudah lama berada di neraka. Tetapi tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita. Begitulah yang akan dikatakan orang jika mereka tahu ganjaran apa yang pantas bagi dosa. Ia tidak menimpakan penghakiman-penghakiman yang pantas kita dapatkan, atau menjauhkan dari kita penghiburan-penghiburan yang telah kita biarkan hilang sendiri, yang seharusnya membuat kita memandang dosa dengan lebih buruk, bukan dengan lebih baik. Sebab, kemurahan Allah haruslah menuntun kita kepada pertobatan (Rm. 2:4).

3. Ia telah mengampuni dosa-dosa kita, bukan hanya kesalahan­ku (ay. 3), melainkan juga pelanggaran kita (ay. 12). Meskipun untuk keuntungan kita sendirilah, melalui kasih setia Allah yang mengampuni, bahwa kita harus menerima penghiburan dari pengampunan itu, namun jika dengan pengampunan itu orang lain juga mendapat keuntungan, maka kita harus memberi-Nya kemuliaan untuk itu.

Amatilah:

(1) Kekayaan kasih setia Allah yang melampaui segalanya (ay. 11): setinggi langit di atas bumi (begitu tinggi sehingga bumi hanyalah sekadar titik di tengah luasnya alam semesta), demikianlah kasih setia Allah mengatasi jasa-jasa baik dari orang-orang yang paling takut akan Dia, begitu mengatasi dan melampaui jasa-jasa mereka sehingga kasih setia Allah dan jasa-jasa mereka itu tidak bisa diperbandingkan. Sehebat apa pun manusia telah menunaikan kewajibannya, ia tidak dapat menuntut pertanda-pertanda terkecil sekalipun dari kebaikan Allah sebagai utang. Oleh sebab itu, semua keturunan Yakub akan bergabung bersamanya dalam mengakui diri mereka sebagai orang yang tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan Allah(Kej. 32:10). Amatilah, kasih setia Allah sedemikian besarnya atas orang-orang yang takut akan Dia, bukan atas orang-orang yang menyepelekan Dia. Kita harus takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya.

(2) Penuhnya pengampunan-pengampunan-Nya, sebuah bukti akan berlimpahnya kasih setia-Nya (ay. 12): sejauh timur dari barat (bentangan dua bagian dunia yang paling luas, karena keduanya diketahui dan dihuni, dan oleh sebab itu para ahli ilmu bumi mengukur garis bujur ke arah itu) demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita, sehingga pelanggaran itu tidak akan pernah ditimpakan ke atas kita, atau bangkit dalam penghakiman melawan kita. Dosa-dosa semua orang percaya tidak akan diingat lagi, tidak akan disebutkan kepada mereka. Orang akan mencarinya, namun tidak akan menemukannya. Jika kita mencampakkan dosa-dosa kita sepenuhnya, maka Allah akan mengampuninya seutuhnya.

4. Ia telah menunjukkan belas kasihan-Nya terhadap dukacita kita (ay. 13-14).

Amatilah:

(1) Siapa yang dikasihani-Nya, yaitu orang-orang yang takut akan Dia, yakni semua orang baik, yang di dunia ini mungkin pantas dikasihani karena kesedihan-kesedihan yang untuknya mereka bukan saja dilahirkan, tetapi juga dilahirkan kembali. Atau mungkin ini dapat dimengerti sebagai orang-orang yang belum menerima Roh yang menjadikan mereka anak Allah, tetapi gemetar mendengar firman-Nya. Orang-orang yang dikasihani-Nya (Yer. 31:18, 20).

(2) Bagaimana Ia sayang, yaitu seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, dan berbuat baik kepada mereka bilamana ada kesempatan. Allah adalah Bapa bagi orang-orang yang takut akan Dia dan mengakui mereka sebagai anak-anak-Nya. Ia bersikap lemah lembut terhadap mereka seperti seorang bapa. Seorang bapa sayang kepada anak-anaknya yang lemah dalam pengetahuan dan mengajari mereka, sayang kepada mereka sewaktu mereka membangkang dan bersabar menghadapi mereka. Ia sayang kepada mereka ketika mereka sakit dan menghibur mereka (Yes. 66:13), sayang kepada mereka ketika mereka jatuh dan membantu mereka bangun kembali. Ia sayang kepada mereka apabila mereka melanggar, dan, pada saat mereka berbalik, Ia mengampuni mereka. Ia mengasihani mereka ketika mereka diperlakukan secara tidak adil dan memberi mereka ganti rugi. Demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

(3) Mengapa Ia sayang, sebab Dia sendiri tahu apa kita. Sudah sewajarnya Dia tahu apa kita, sebab Dialah yang membentuk kita. Setelah diciptakan-Nya sendiri manusia dari debu, Dia ingat, bahwa kita ini debu, bukan hanya karena keadaan jasmani tetapi juga dalam memberi hukuman. Engkau debu. Ia mempertimbangkan kerapuhan tubuh kita dan kebodohan jiwa kita, betapa sedikit yang bisa kita lakukan, dan Ia mengharapkan menurut kemampuan kita juga. Ia mempertimbangkan betapa sedikit kita bisa bersabar, dan karena itu Ia menimpakan masalah kepada kita menurut kesanggupan kita itu, dan dalam kesemuanya itu tampaklah kelembutan belas kasihan-Nya.

5. Ia telah melanggengkan kasih setia kovenan-Nya, dan dengan demikian menyediakan kelegaan bagi kelemahan kita (ay. 15-18).

Lihatlah di sini:

(1) Betapa singkatnya hidup manusia itu dan betapa tidak pastinya kelangsungannya. Bahkan kehidupan orang-orang besar dan orang-orang baik pun demikian, dan baik kebesaran maupun kebaikan mereka tidak dapat mengubah apa yang ada pada diri mereka: adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, yang tumbuh dari tanah, hanya naik sedikit di atasnya, dan sebentar saja layu, lalu kembali lagi ke tanah (Yes. 40:6-7). Manusia, dalam keadaannya yang terbaik, tampak sedikit melebihi rumput. Ia tumbuh berbunga dan terlihat ceria. Namun dalam hal ini pun ia hanya seperti bunga di padang, yang meskipun sedikit berbeda dari rumput, namun akan layu bersamanya. Bunga di taman biasanya lebih beraneka ragam dan lebih berharga, dan, meskipun pasti layu, akan bertahan lebih lama karena terlindung oleh dinding taman dan dirawat oleh tukang kebun. Tetapi, bunga di padang (yang dengannya hidup manusia diperbandingkan di sini) tidak saja pasti layu, tetapi juga diterpa embusan-embusan angin dingin dan mudah digigit dan diinjak-injak oleh binatang-binatang di padang. Hidup manusia tidak hanya terus merosot dengan sendirinya, tetapi sewaktu-waktu dapat berakhir oleh karena beribu macam kecelakaan. Ketika bunga sedang mekar-mekarnya, embusan angin, yang tidak terlihat dan tidak diharapkan, melintasinya, maka tidak ada lagi ia. Angin itu membuat pucuknya tergantung, daun-daunnya berguguran, dan layu lalu jatuh ke tanah lagi, dan tempatnya, yang bangga akan dia, kini tidak mengenalnya lagi. Demikianlah manusia itu. Karena itu Allah mempertimbangkan hal ini, dan menyayanginya. Jadi, semoga manusia itu mempertimbangkannya sendiri dan menjadi rendah hati, mati terhadap dunia ini dan memikirkan dunia lain.

(2) Betapa lama dan kekalnya kasih setia Allah terhadap umat-Nya (ay. 17-18): kasih setia-Nya akan berlanjut lebih lama daripada hidup mereka, dan akan tetap ada meskipun mereka sudah tidak ada lagi.

Amatilah:

[1] Gambaran orang-orang yang mendapat kasih setia ini. Mereka adalah orang-orang yang takut akan Allah, yang benar-benar memegang dasar-dasar agama. Pertama, mereka hidup di dalam iman. Sebab mereka berpegang pada perjanjian-Nya. Setelah memegangnya, mereka terus berpegang padanya, berpegang teguh, dan tidak mau melepaskannya. Mereka memeliharanya sebagai harta karun, memeliharanya sebagai bagian mereka, dan tidak mau berpisah darinya demi apa pun, sebab perjanjian-Nya itu adalah hidup mereka. Kedua, mereka hidup dalam ketaatan. Mereka ingat untuk melakukan titah-Nya, sebab kalau tidak, mereka tidak berpegang pada perjanjian-Nya. Orang-orang yang akan mendapat keuntungan dari janji-janji Allah hanyalah mereka yang menjalankan perintah-perintah-Nya dengan kesadaran hati nurani. Lihatlah siapa yang mempunyai ingatan yang baik, dan juga yang berakal budi yang baik ( 111:10), yaitu orang-orang yang ingat akan titah Allah, bukan untuk membicarakannya, melainkan untuk melakukannya dan untuk diatur olehnya.

[2] Kelangsungan dari kasih setia yang diberikan kepada orang-orang itu. Kasih setia itu akan berlangsung lebih lama daripada hidup mereka di bumi, dan oleh sebab itu mereka tidak perlu khawatir meskipun hidup mereka singkat, karena kematian itu sendiri tidak akan memperpendek atau mengacaukan kebahagiaan mereka. Kasih setia Allah itu lebih baik daripada hidup, sebab kasih setia-Nya akan tetap hidup setelah kehidupan itu tidak ada. Pertama, bagi jiwa mereka, yang bersifat kekal. Bagi mereka kasih setia Tuhan itu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Dari selama-lamanya dalam perancangannya, dan sampai selama-lamanya dalam dampak-dampaknya, dalam pemilihan mereka sebelum dunia dijadikan dan dalam pemuliaan mereka ketika dunia ini sudah tidak ada lagi. Sebab, mereka dari semula ditentukan untuk menerima bagian yang dijanjikan (Ef. 1:11) dan untuk mencari kasih setia Tuhan, Tuhan Yesus, sampai pada kehidupan kekal. Kedua, bagi keturunan mereka, yang akan terus dijaga sampai pada akhir zaman ( 102:29): Keadilan-Nya, kebenaran janji-Nya, akan ada bagi anak cucu. Asalkan mereka mengikuti jejak-jejak langkah kesalehan para pendahulu mereka, dan berpegang pada perjanjian-Nya, seperti yang mereka perbuat, maka kasih setia akan disediakan bagi mereka, bahkan bagi seribu angkatan.

Sumber : Tafsiran Alkitab

Selasa, 14 April 2020

RENUNGAN



Yakobus 5:16
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu  dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh , Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Yakobus mengajarkan salah satu penyebab sakit adalah dosa dan agar penyakit dapat disebuhkan maka dosa harus dia akui, setelah adanya pengakuan maka  perlu ada  yang namanya doa. Manusia adalah makhluk sosial itu sebabnya manusia membutuhkan orang lain untuk dapat saling menguatkan ketika manusia dalam keadaan sakit, manusia menjadi lemah dan akan sulit memanjatkan doa itu sebabnya orang lain dibutuhkan untuk mendoakan mereka yang sakit.
Firnan Tuhan dalam Yakobus 5:13 berkata,”  Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa!  Kalau ada seorang yang bergembira  baiklah ia menyanyi!
Pertanyaannya apakah ketika kita ada dalam berbagai persoalan kita memilih mengandalkan Tuhan dengan berdoa ? ataukah kita memilih jalan kita sendiri. Sering kali manusia ketika ada dalam berbagai persoalan lebih memilih melakukan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, salah satu jalan yang ditempuh menggunakan obat terlarang atau narkoba.
Kecendrungan yang dilakukan oleh manusia ketika ada dalam penderitaan dan kebahagiaan  adalah bernyanyi,  dan  ketika dalam keadaan diberkati sering kali melupakan Tuhan, zona nyaman membuat manusia menikmati kesenangan dunia dari pada mencari Tuhan. Yakobus mengajarkan agar kita mengambil jalan yang berbeda, ketika ada dalam persoalan atau penderitaan yang di lakukan adalah berdoa, ketika dalam keadaan bergembira baiklah bernyanyi, bernyayi disini adalah bernyanyi nyanyian-nyaian yang memuliakan Tuhan.

Manusia diciptakan Tuhan menjadi para penyembah, menjadi para penyembah berbeda dengan melakukan aktifitas penyembahan, melakukan aktifitas penyembahan belum tentu menjadi penyembah, apa maksud dari menjadi penyembah ? yang harus kita sadari penyembahan bukan lah sebuah nyanyian atau gender musik gereja, sebab penyembahan dilakukan oleh semua manusia, termasuk kelompok ateis, kelompok ateis yang mereka puja adalah pengetahuan, jadi penyembahan mengarah kepada gaya hidup.Kejadian 1 mengulas bahwa manusia dicipakan segambar dan serupa dengan Allah, serupa dengan Allah dalam hal apa ?
      Ingatan
     

CITRA DIRI
 
Kehendak
      Pengertian
      Pikiran
      Roh
      Kuasa
Berarti menjadi penyembah adalah kembali ke tujuan Allah menciptakan manusia yaitu menjadi serupa dan segambar dengan Allah. Ketika kita kembali kepada citra diri yang sebenarnya yaitu segambar dan serupa dengan Allah maka kita menjadi manusia baru yang benar, dan doa yang penuh kuasa bukan berdasarkan kata-kata baik yang diucapkan tapi dari kualitas hidup manusia, kualitas hidup manusia yang dimaksudkan adalah menjadi orang benar dan memiliki iman.
Apakah semua orang percaya atau Kristen masuk kategori orang benar ?
Ada orang percaya, mabuk yes, berjudi yes, pestapora yes, itu berarti tidak semua orang percaya adalah orang benar. Yakobus 15 : 7 ”Jikalau kamu tinggal di dalam Aku  dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki , dan kamu akan menerimanya.
Orang yang tinggal di dalam Yesus dan Firman-Nya maka hidup seperti Yesus diberi jaminan minta apa saja maka menerima. Bagaimana dengan Virus Corona dapatkah gereja menghentikannya  dengan doa ? menurut saya dapat, karena jawaban doa ada yang langsung di jawab, ada yang butuh proses. Kalau saatnya virus corona masih belum juga terbendung berarti gereja Tuhan sedang di proses, agar makin hari makin diperbaharui, yang sudah sungguh-sungguh mencari Tuhan dan sudah bertobat makin sunggguh-sungguh mencari Tuhan dan makin sunguh-sunguh bertobat, yang beluh sungguh-sungguh mencari Tuhan dan belum bertobat menjadi bertobat, melalui virus banyak orang berbalik ke jalan Tuhan.

SUMBER : Chanel Youtube Hidup untuk bersaksi