Yeremia 17:10 (TB) Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."
Dalam PL biasanya berkat dijanjikan mendahului penyataan kutuk. Kini urutan itu dibalik: kutuk barulah berkat. Ini berarti bahwa nasib yang Yehuda alami dalam waktu dekat adalah kutuk. Kutuk hukuman Allah tidak lagi dapat dihindari sebab dosa mereka sudah sedemikian dalam terukir dalam dasar hati sampai ke ungkapan-ungkapan tindakan Yehuda (1-2).Yehuda, umat pilihan dan yang diberkati Tuhan tidak lagi berpegang pada perintah Tuhan apalagi mengandalkan Dia. Ketika mereka berada dalam tekanan bangsa-bangsa besar di sekitarnya, Yehuda tidak percaya dan tak mengandalkan Tuhan. Mereka berbalik menyembah berhala-berhala agar mereka dilindungi bangsa yang berhalanya mereka sembah (1-2, 9). Berbuat demikian berarti lebih mengandalkan kekuatan dan pertimbangan diri sendiri. Sikap ini mendatangkan kutuk, yakni penghukuman: harta mereka akan dirampas (3), mereka akan diangkut dari tanah mereka dibawa ke pembuangan dan menjadi budak di tanah musuh (4). Penderitaan dan kesulitan ini mengajarkan mereka tentang kesia-siaan mengandalkan kekuatan manusia dan diri sendiri (5-6). Hal ini menggantikan keadaan baik yang seharusnya mereka alami sebagai bukti berkat Tuhan bagi orang-orang yang mengandalkan-Nya, berkat yang memberikan kekuatan sekalipun harus berhadapan dengan tantangan dan pergumulan (7-8).Jika kita diberi kesempatan memilih antara berkat atau kutuk, kita cenderung memilih berkat. Namun prasyarat memperoleh berkat, yakni berani berprinsip sesuai firman dan berani tampil beda meski akan dibenci orang lain, belum tentu dapat kita tanggung. Padahal jalan Tuhan sekalipun terlihat mustahil, tapi konsekuensi jangka panjangnya membawa berkat, kekuatan, dan kemampuan menghadapi tantangan dan pergumulan.
- Sumber : Aplikasi Tafsiran Alkitab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar