WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Rabu, 20 Mei 2020

KISAHKU

Aku lahir di masa-masa yang sangatlah sulit, ketika itu banyak bayi-bayi Israel mati dibunuh oleh seorang raja dari Mesir yang jahat, entah dosa apa yang menyebabkan hal tersebut kami harus lalui.Kami mensyukuri ada dua bidan yang takut akan Tuhan yaitu Sifra dan Pua, mereka berdua berusaha melindungi bayi-bayi Israel, sedangkan aku sendiri oleh ibuku, aku diupayakan untuk bisa selamat, dengan menyembunyikanku sampai aku berusia tiga bulan, namun usaha persembunyian tersebut sepertinya tidak bisa dilanjutkan lagi, sehingga ibuku memutuskan dengan berat hati, untuk aku diletakan di atas permukaan sungai, agar air tidak masuk dan mencelakakanku, maka ia mengambil keranjang yang dibuat dari tanaman papirus dan dilapisi dengan aspal, kemudian aku dimasukan ke dalam keranjang, dan di taruh di Sungai Nil, di antara tanaman-tanaman yang tumbuh ditepinya. 


Kemudian Kakak Perempuanku, namanya Maryam, melihatku dari kejauhan untuk mengetahuit apa yang akan terjadi pada diriku. Tak jauh dari situ ada seorang Putri Firaun yang hendak mandi di sungai, disitu Ia melihat sebuah keranjang yang ada diantara tanaman, disitu ada juga budak perempuannya kemudian ia menyuruh budak perempuannya untuk mengambil keranjang yang dilihat olehnya. Ketika di bukanya keranjang, ia melihat diriku yang saat itu masih bayi sedang menangis, Ia merasa kasihan melihatku dan Ia berkata pasti ini bayi Ibrani. Kemudian dengan cepat Maryam Kakakku menghampiri Putri Firaun dan berkata” Tuan Putri apakah perlu saya mencari seorang wanita Ibrani untuk menyusuinya ?, Putri Firaun pun setuju dengan usul tersebut, kemudian Kakakku mengajak Ibuku menemui Putri Firaun, ketika tiba di depan Putri Firaun, Si Putri berkata susuilah anak ini aku akan membayarmu. Ketika aku mulai besar aku dibawa kepada Putri Firaun dan aku diangkat menjadi anaknya Putri Firaun, kemudian aku diberi nama Musa, karena aku di angkat dari air. 


Singkat cerita, ketika aku dewasa aku melihat, ada orang sebangsaku menerima kekejaman oleh salah seorang Mesir, kemudian aku memukul orang Mesir tersebut sampai mati, dan disembunyikanlah mayat tersebut, dan suatu ketika aku melihat orang sebangsaku yaitu orang Ibrani atau Israel saling menyakiti, kemudian aku bertanya kepada mereka, mengapa kalian saling menyakiti ? lalu mereka menjawabku, siapa mengangkat engkau menjadi hakim atas kami ? adakah engkau mau membunuh kami seperti engkau membunuh orang Mesir itu ? maka takutlah aku dan aku berlari ke arah Midian dan tinggal disana, bahkan aku bertemu jodoh di sana, dan nama Isriku adalah Zipora, Suatu ketika aku mengembalakan domba milik Yitro Ayah mertuaku, seorang imam di Midian, dan aku menggiring domba ke seberang padang gurun dan sampailah aku ke gunung  Allah yakni gunung Horeb, disitu aku melihat ada nyala api yang keluar dari semak duri, namun semak duri tersebut tidak terbakar di makan api, kemudian pikirku sebaiknya aku mendekati arah semak tersebut, untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu, mengapa tidak terbakar semak duri itu. Saat itu aku mendengar suara Tuhan ditengah-tengah semak tersebut, ternyata Tuhan mendengar seruan umat-Nya yang telah mengalami penderitaan akibat diperbudak oleh bangsa Mesir, dan Aku dipilih Tuhan untuk membawa oran Israel keluar dari Mesir, namun aku sadar, aku berat lidah, sehingga kalau boleh Tuhan memilih orang lain, namun aku tetap menjadi pilihan-Nya, dan sejak saat itu aku bersama Kakak lelakiku Harun dipakai Tuhan ditengah-tengah bangsa Israel, Aku yang tidak seberapa hebat mengalami perubahan ketika bertemu Tuhan, sudahkah engkau berubah ketika bertemu Tuhan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar