Suatu ketika aku disuruh oleh Tuhan untuk mengatakan kepada Bangsa yang sangat kejam yaitu Bangsa Niniwe untuk segera bertobat dari kejahatan mereka, kalau tidak segera bertobat maka dalam waktu empat puluh hari,mereka akan mati binasa, namun aku memilih untuk menolak perintah tersebut,karena pikirku jangan-jangan ketika mereka mendengar apa yang aku sampaikan mereka bertobat, lalu Tuhan mengampuni mereka, karena bagiku mereka lebih baik mati karena mereka memang pantas untuk mati, kemudian aku berpikir lebih baik saja aku berlari dari Tuhan dengan berangkat ke Tarsis, dan untuk berangkat ke Tarsis aku harus menaiki kapal dari Kota Yafo,dalam perjalanan ke Tarsis tiba-tiba terjadi badai besar, sehingga Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi saat itu aku telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.Lalu datanglah nakhoda mendapatkanku sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa."Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan aku lah yang kena undi.
Berkatalah mereka kepadaku "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
Sahutku kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan." Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadaku: "Apa yang telah kau perbuat?" — sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa aku melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukan oleh ku kepada mereka.
Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
Sahutku kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.
Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki."
Kemudian mereka mengangkatku, lalu mencampakkanku ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. Tiba-tiba datanglah ikan besar dan menelanku, karena kemurahan Tuhan aku tidak mati di dalam perut ikan,hari ketiga atas kuasa Tuhan aku dimuntahkan oleh ikan besar itu, setelah kejadian itu aku pergi ke Niniwe untuk menyampaikan apa yang Tuhan telah sampaikan kepada ku mengenai mereka,saat itu juga mereka bertobat dari kejahatan mereka, lalu Tuhan mengampuni mereka tetapi Aku tidak bisa menerima kenyataan ini,maka marah lah Aku ke Tuhan, singkat cerita Tuhan akhirnya menyadarkanku, dari situ aku belajar bahwa Aku tidak punya hak menghakimi seorang pun.Saudara Tuhan tidak mengangkat kita menjadi hakim buat sesama kita, inilah kisahku.
Terinspirasi dari Kisah Nabi Yunus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar