WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Selasa, 25 Februari 2020

RENUNGAN


MATERI LIDER/KEPEMIMPINAN

Ilustrasi Lalat dan Semut

Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas tempat sampah di dekat sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.
“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.”
Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”
Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda. Jangan pernah kita berharap atau bermimpi mendapatkan hal yang besar bila kita tetap bertahan dengan pola yang lama, kita berupaya menemukan cara yang baru untuk mencapai hal yang besar.
Mengapa si lalat tidak melakukan cara yang berbeda? Karena si lalat tidak menyadari persoalan yang sebenarnya yang sedang di hadapinya , yaitu kaca yang menghalangi perjalanannya, hal tersebut terjadi  karena ketika ia melihat kedepan yang ia lihat adalah teman-temannya yang sudah berada di luar, ia lebih tergiur dengan tujuan yang ingin dicapai olehnya dari pada belajar dari kesalahan, sehingga si lalat terus berupaya untuk menembus kaca, dan pada akhirnya si lalat menjadi letih dan terkapar dan akhirnya menjadi santapan semut. Bila kita mengharapkan hal besar, marilah kita melakukan perubahan di dalam setiap pola pelayanan, jangan di lakukan dengan cara yang sama terus menerus, kita semua adalah pemimpin.
Mengapa kita semuah disebut pemimpin ?
Kejadian 1:28
Di ayat ini kita menemukan kata taklukanlah itu, berkuasalah
Kata taklukan itu ,berkuasalah hanya disampaikan oleh Allah kepada manusia, kata ini menujukan hal kepemimpinan, jadi setiap manusia adalah pemimpin, contoh, anak pemimpinnya adalah orang tua, kepala sekolah pemimpin dari guru maupun staf yang bekerja di sekolah, Presiden adalah pemimpin suatu negara.
Kalau kita kembali belajar dari kisah si lalat tadi kita menemukan untuk mencapai suatu tujuan adanya kerja keras sebab Hal besar tidak pernah dihasilkan di zona nyaman.

Sebutklan tiga tokoh ( dunia ,nasional, Gereja atau Alkitab) yang mempengaruhi anda ? tanpa memberi penjelasan.
Pengaruh apa yang diberikan tokoh tersebut dalam hidup anda ?
Dari  penjelasan tersebut kita menemukan bahwa pola pikir dan berbagai tindakan kita ternyata di dasarkan dari pengaruh orang lain
Apa definisi dari pemimpin ? George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17) Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan Ordway Tead ( 1929 )Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.
Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang
diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
Dari defenisi di atas kita dapat tarik kesimpulan bahwa Pemimpin adalah seorang yang mempengaruhi orang lain
Seorang pemimpin rohani adalah seseorang yang memimpin orang lain atau kelompok dengan sasaran Ilahi yang jelas, sasaran Ilahi dapat dikatakan jelas kalau taburan Firman sesuai dengan kedaan orang lain, jadi tidak sembangan menabur, seorang pemimpin rohani juga  memimpin dengan integritas dan teladan untuk mempengaruhi semua orang yang dipimpinnya. Dengan demikian semua orang dalam komunitas dapat mengalami transformasi pribadi yang berdampak secara langsung pada terjadinya transformasi komunitas.

Seorang Pemimpin Mengkhotbahkan apa yang dia alami bukan apa yang ia ketahui, membagikan kehidupannya bukan pengetahuannya.
Orang tuah  jangan pernah mengharapkan anaknya melakukan hal yang baik kalau orang tuah sendiri tidak melakukannya terlebih dahulu, karena si anak bukan melakukan apa yang diucapkan orang tuah tapi mereka melakukan apa yang dilakukan orang tuah.
Anak pemimpinnya adalah orang tuah jadi orang tuah harus memiliki keteladanan yang baik, karena perbuatan lebih kuat berbicara dari pada nasihat yang banyak.
Kita akan memiliki sasaran ilahi yang jelas dan hidup di dalam integritas dan keteladanan bila kita ada dalam 5 hal yaitu :
·        Prayer Devotion (Proses berakar )
proses berakar didalam pengenalan akan Allah supaya kita makin kenal Allah yang harus kita lalukan yaitu baca Firman  Tuhan setiap saat, kita harus punya komitmen dalam hal membaca Firman Tuhan  maka yang kita alami adalah :
1.     Stabilitas untuk pertumbuhan tegak
Peringatan bagi kita, jangan jadi orang Kristen gemuk tapi bertumbuh tegak ke atas.
Apa itu orang Kristen gemuk ?
Secara kuantitas jumlah jiwa banyak tapi secara kualitas rohani diisi oleh bayi-bayi rohani.
2.     Fondasi yang kuat untuk menahan cuaca yang sulit / perubahan musim
3.     Keberlanjutan - kemampuan untuk menyerap air dan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, yang biasanya jauh di bawah tanah di mana akar dangkal tidak dapat mencapai.
4.     Resistensi terhadap  hama dan penyakit


·        Memiliki Tanggung Jawab  Responbility,
Responsibility berasal dari dua kata. Response: tanggapan, tindakan, jawaban. Ability: kemampuan, kesanggupan.  Jadi Responsibility adalah kemampuan bertindak, kesanggupan menanggapi.
·        Menggunakan Komunikasi yang otentik,
Apa itu komunikasi ontentik, tidak ada kemunafikan kalau tidak senang katakan saja tidak senang, bagaimana kita mau bantu orang lain mengatasi sifat yang tidak baik kalau semua yang tidak baik ditutup rapat, ibarat pasyen datang ke dokter, dokter menanyakan keluhan si pasyen tidak bisa menjawab,bagaimana dokter mau mengobati si pasyen.
          Contoh komunikasi ontentik
Yohanes 1:47
Kata Filipus kepadanya: Mari dan lihatlah! Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel yang sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!“
·        Mau belajar dan rendah hati
Manfaatin teknologi yang kita miliki untuk belajar banyak hal,kemudian mau berbagi ilmu yang ada.
·        Caring / Peduli
Yoh 10:14-15
Akulah gembala yang baik, Mengenal nama-nama mereka Mengetahui kondisi kehidupan mereka Mengasihi mereka.
Siapakah pemimpin yang terbesar di antara kita ?
Lukas 22:25 – 26
Yesus berkata kepada mereka: "Raja-raja bangsa-bangsa memerintah rakyat mereka dan orang-orang yang menjalankan kuasa atas mereka disebut pelindung-pelindung. Tetapi kamu tidaklah demikian, melainkan yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai pelayan.  

Struktur kepemimpinan dalam gereja IFGF 
Sebagai tahap awal diperlukan adanya pembentukan STRUKTUR ORGANISASI KEPENGURUSAN dalam gereja yang jelas dan terdiri dari minimal seorang GEMBALA, SEKRETARIS & BENDAHARA GEREJA. Apabila gereja sudah mengalami perkembangan yang lebih besar, maka struktur organisasi kepengurusan ini akan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Gaya kepemimpinan Kristen :
MEMIMPIN dengan MEMURIDKAN
Lukas 6:13 
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
Lukas 10:1
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Bagaimana Memuridkan
1.     Fokus adalah jiwa
2.     Memberi teladan
Yang mesti kita ingat Kita adalah seorang pemimpin yang memuridkan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar