WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Jumat, 28 Februari 2020

RENUNGAN


YOHANES 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.

Ada pendapat yang mengatakan  bahwa Tuhan di dalam perjanjian lama adalah Tuhan  yang kejam yang berfungsi sebagai Bapa yang memberi hukuman bagi setiap anak yang berbuat kesalahan, sedangkan Tuhan di dalam perjanjian baru adalah Tuhan maha pengasih, sebab Ia sebagai Anak yang membawa diri-Nya  menjadi sahabat untuk manusia. Alkitab mengatakan Bahwa Bapa dengan Anak adalah satu, sehingga keberadaan Allah dengan Yesus sama, Pribadi yang sama tidak akan memiliiki sifat atau karakter yang berbeda, ataukah Allah memiliki dua kepribadian ? ada saatnya kejam dan ada saatnya mengasihi ?

Allah memiliki kepribadaian yang melekat dengan kasih tapi kenapa ketika di dalam perjanjian lama ketika manusia berbuat dosa, manusia secepatnya dihukum dengan adanya kematian, tapi ketika di dalam perjanjian baru, manusia berbuat dosa, Allah tidak segera menjatuhkan hukuman atas manusia, akan tetapi Allah terus memberi kesempatan untuk manusia bisa bertobat. Jawabannya tentunya berbeda musim, ketika Allah bekerja di zaman Taurat hukum di tegakan,sehingga apapun yang ditabur secepatnya di tuai.

Kalau kita memperhatikan kehidupan Adam dan Hawa ketika mereka jatuh dalam dosa,  Allah tidak lagi mempercayai mereka sehingga Allah mengirim Malaikat-Nya untuk menjaga Pohon kehidupan karena jangan sampai Adam dan Hawa memakannya sehingga mereka tidak bisa mengalami kematian, bahkan Allah mengusir Adam dan Hawa dari taman eden, tetapi mereka masih tetap hidup. Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka semua manusia berbuat dosa karena benih dosa ditularkan oleh Adam dan Hawa kepada semua manusia, walau demikian Allah tidak segera membunuh semua manusia, sebab ada kemungkinan manusia bisa bertobat.

Ketika manusia diberi kelonggaran manusia semakin nyaman dan terus berbuat dosa, sehingga menyesalah Allah karena telah menjadikan manusia, itu sebabnya Allah menghukum manusia dengan air bah pada zaman Nuh, dan hanya Nuh satu-satunya pribadi yang menyenangkan hati Allah, sehingga Nuh dan seisi keluarganya diselamatkan, dan Allah berjanji tidak akan lagi menghukum manusia dengan turunya air bah, sehingga Allah memberi tanda busur di atas langit, sehingga ketika Allah melihat busur-Nya Allah mengingat janji-Nya kepada manusia, busur Allah,  saat ini kita kenal dengan sebutan Pelangi.

Setelah Zaman Nuh, manusia kembali berbuat dosa, dan Allah membangkitkan salah seorang Nabi yaitu Musa, dan dibuatlah Allah kesepuluh perintah di atas dua loh batu, dan  zaman tersebut dikenal sebagai zaman Taurat, apabila salah satu hukum Taurat dilanggar, maka akan dijatuhkannya hukuman atas manusia. Sesungguhnya Allah pada dasarnya baik, yang membuat Allah murka atas manusia adalah perilaku manusia yang tidak mau bertobat.

Dilihat oleh Allah bahwa segala cara telah dilakukan agar manusia bertobat namun tidak membuat manusia bertobat, akhirnya Allah mengambil inisiatif, turun ke dalam kehidupan manusia sebagai manusia, dan yang kita kenal sebagai Tuhan Yesus Kristus. Keberadaan Yesus sendiri sudah bersama-sama dengan Allah sebelum dunia dijadikan, dan Allah sebagai manusia disebut sebagai Anak-Nya Allah. 

Tidak ada seorangpun yang mencari Allah akan tetapi Allah lah yang mengambil inisiatif untuk menjumpai manusia lewat pengorbanan Yesus manusia diselamatkan. Sehingga setiap orang yang mengambil respon yang baik untuk mempercayai Yesus, bukan sekedar percaya dengan kata-kata akan tetapi pecaya dengan perbuatan yaitu menaruh hidup sepenuhnya kepada Kristus, tanda manusia menaruh hidup sepenuhnya kepada Kristus adalah ketika manusia mengandalkan Kristus di dalam kehidupan, ketika kita mengandalkan Kristus dengan tidak berhenti berdoa maka kekuatan Allah mengalir di dalam kehidupan kita, sehingga kita dapat terputus dari dosa ( Hidup Kudus ), sehinga jaminan keselamatan menjadi bagian hidup kita, dan saatnya nanti kita hidup kekal di Surga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar