WELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOGWELCOME TO BLOG WELCOME TO BLOG

Senin, 30 Oktober 2023

RENUNGAN

 

 


Ha-hal yang sering diperhatikan oleh manusia karena bersifat penting diantaranya “ Kesehatan, Kebersihan, Penampilan, Makanan dan Pendidikan. Tetapi hal yang tidak kalah penting yang sering kali tidak menjadi perhatian, yaitu memperhatikan perilaku hidup “. Hidup sebagai anak-anak Tuhan yang telah memberi hidupnya kepada Tuhan, seharusnya lebih baik dari pada orang-orang yang selama hidupnya bergantung kepada kekauatannya sendiri. 


Mengapa orang percaya harus memperhatikan perilaku hidup ?

Sebagai orang percaya kita harus memperhatikan perilaku hidup karena status kita, status berarti keberadaan diri atau jatih diri, lantas bagaimana keberadaan atau jatih diri kita ? Status kita adalah pendatang dan perantau. 




I Petrus 2:11a Saudara-saudara yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau,

Pendatang dan perantau tentunya bukanlah orang asli warga setempat, kita boleh tinggal di dunia, tetapi kita bukan berasal dari dunia, melainkan kita adalah warga Kerajaan Allah, itu berati kita bukan manusia duniawi yang hidup dikuasai oleh dosa, kita disebut warga Kerajaan Allah karena Yesus ada di dalam diri kita,  perhatikan Yohanes 17:16 Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. 

Lantas apa yang membedakan kita  dengan  Pribadi Yesus ?


Yesus adalah Sang Raja, sedangkan kita adalah warga yang dipimpin oleh Yesus, selaku warga kita harus ada dalam penundukan diri kepada sang Raja, yaitu dengan bersikap hormat, Tanda bahwa seseorang menghormati Raja adalah tunduk kepada setiap aturan yang di buat oleh Raja. 

Raja merupakan pimpinan tertinggi di dalam suatu kerajaan dan setiap perkataan Raja adalah undang-undang, undang-undang adalah aturan yang mengikat pada suatu Kerajaan ataupun Bangsa atau Negara, pengertian dari aturan yang mengikat adalah aturan yang mengatur perilaku warga yang tak dapat dibantah, itu berarti harus ditaati. 




Undang-undang yang mengikat warga Kerajaan Allah terdapat dalam 

I Petrus 2:11 b kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.

Kata menjauhkan diri berarti meninggalkan, sedangkan keinginan-keinginan daging berarti hawa nafsu dunia atau perbuatan dosa, dan maksud dari kata berjuang melawan jiwa adalah dosa bertolak belakang dari perasaan, melekat dengan Kebenaran, keinginan atau kehendak kita yang ingin menghidupi Kebenaran. Berarti maksud dari nasihat Petrus di dalam I Petrus 2:11b yaitu setiap orang percaya haruslah meninggalkan hawa nafsu dunia atau dosa yang berupaya melawan perasaan yang melekat dengan Kebenaran dan keinginan atau kehendak yang ingin menghidupi Kebenaran. Seperti yang dikatakan oleh Paulus di dalam 

Roma 7:19-20 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku.

Itu berarti bentuk dosa mengikat, dan mengikat seluruh generasi manusia, itu sebabnya dari satu orang berdosa maka seluruh manusia berdosa. Satu-satunya jalan untuk menjauhkan diri dari dosa yaitu kita butuh figur yang tidak berdosa yaitu Tuhan sendiri.

Roma 5:49 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang bedosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

Maksud dari roma 5:19 yaitu Figur yang tidak taat adalah Adam sedangkan figur yang taat adalah Sang Mesias anak Allah yaitu Yesus Kristus Tuhan kita, Ia adalah Sang Firman yang taat sampai mati di tiang kayu salib, dan Firman-Nya itu memerdekakan.

Yohanes 8:31-32'' Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya : " Jikalau kamu tetap di dalam Firman-Ku, Kamu benar-benar alah murid-Ku dan kam akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" 

Berarti seseorang yang tinggal di dalam Firman terlepas dari kuasa dosa, Firman melepaskan seseorang dari kuasa dosa karena kuasa Allah bekerja di dalam setiap perkataan-Nya yang adalah Firman. Perkataan Allah diilhamkan kepada sang penulis Kitab, yang memiliki manfaat  bagi manusia, dan manfaat tersebut dicatat di dalam 

2 Timotius 3:16 Segala tulisan yang diilhamkan  Allah

 memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran


Manusia mudah mengendalikan binatang liar maupun binatang buas, tetapi manusia sulit mengendalikan dirinya jauh dari dosa, karena manusia telah dikuasai oleh dosa, karena itulah Allah datang ke dalam dunia dengan rupa manusia sebagai Yesus, agar kuasa dosa dikalahkan, dan manusia dapat kembali kepada Firman yang telah diajarkan.


Cintailah Yesus dan cintailah Firman-Nya   







 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar